JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan kondisi cuaca di Indonesia awal Oktober 2026. Sejumlah wilayah masih mengalami kondisi kering dengan periode tanpa hujan yang panjang, namun hujan lebat hingga sangat lebat tetap berpotensi terjadi secara lokal hingga 8 Oktober 2026.
BMKG melaporkan fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat masih berlangsung di Samudra Pasifik ekuatorial. Sementara itu, Indian Ocean Dipole (IOD) positif turut berkontribusi terhadap berkurangnya suplai uap air dari Samudra Hindia menuju wilayah Indonesia bagian barat.
BMKG Prediksi Musim Hujan Mulai November 2026, Ini Wilayah yang Terdampak
“Kondisi tersebut menyebabkan atmosfer yang lebih kering masih berpotensi bertahan di sejumlah wilayah Indonesia,” tulis BMKG dikutip dari laman resminya, dilihat Sabtu (3/10/2026).
Pada Dasarian I Oktober 2026, sekitar 79,65 persen wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan kategori rendah, yakni 0–50 milimeter per dasarian. Sementara itu, curah hujan kategori menengah sebesar 50–150 milimeter per dasarian diprakirakan terjadi di 19,99 persen wilayah, sedangkan kategori tinggi sebesar 150–300 milimeter per dasarian mencakup sekitar 0,36 persen wilayah.
Siap-Siap! BMKG Ungkap Musim Hujan 2026 Mundur dan Lebih Singkat, Ini Penyebabnya
“Dominasi curah hujan kategori rendah menunjukkan bahwa kondisi kering masih berpotensi berlanjut, terutama di wilayah yang sebelumnya telah mengalami periode tanpa hujan berkepanjangan,” ujar BMKG.