Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Siap-Siap! Kemenag Buka Kuota PPG bagi 40.000 Lebih Guru, Kapan Dimulai?
Advertisement . Scroll to see content

Kemenag Siapkan Edukasi dan Mitigasi Bencana Masuk Kurikulum Madrasah-Pesantren, Ini Tujuannya

Sabtu, 07 November 2026 - 07:40:00 WIB
Kemenag Siapkan Edukasi dan Mitigasi Bencana Masuk Kurikulum Madrasah-Pesantren, Ini Tujuannya
Wakil Menteri Agama (Wamenag), Muhammad Syafi'i (Foto: Dok. Kemenag)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Agama (Kemenag) berencana memasukkan materi edukasi dan mitigasi bencana ke dalam kurikulum madrasah dan pondok pesantren di seluruh Indonesia. Langkah tersebut bertujuan membekali para santri dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi bencana sejak dini.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Muhammad Syafi’i menyampaikan rencana tersebut saat meninjau pameran karya riset kebencanaan santri di Dayah/Pesantren Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB), Aceh Besar.

Dia menilai edukasi kebencanaan penting bagi lembaga pendidikan keagamaan mengingat kondisi geografis Indonesia yang rawan bencana. Karena itu, santri perlu dibekali pemahaman mengenai lingkungan, kesiapsiagaan, hingga keterampilan menyelamatkan diri dan orang lain.

“Ini bukan lagi sekadar wacana, tapi langkah penting yang harus segera kita ambil. Perlu kita tanamkan literasi kebencanaan sejak dini, agar santri bukan hanya paham teori, tetapi memiliki naluri kesiapsiagaan dan keterampilan dalam menyelamatkan diri maupun sesama,” ucap Syafi'i dalam keterangannya, Sabtu (7/11/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wamenag juga menyaksikan presentasi karya ilmiah santri RIAB berjudul Inong Tangguh. Karya itu mengangkat kearifan lokal smong masyarakat Pulau Simeulue dalam mengenali potensi tsunami, kemudian memadukannya dengan edukasi untuk anak-anak dan pemberdayaan perempuan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut