Kemenag Siapkan Edukasi dan Mitigasi Bencana Masuk Kurikulum Madrasah-Pesantren, Ini Tujuannya
“Jangan lagi ada sekat 'ini ilmu umum, ini ilmu agama'. Kimia, biologi, matematika, maupun sains kebencanaan hakikatnya adalah bagian dari pendidikan agama. Santri yang sedang mendalami ilmu apa pun sesungguhnya tengah menjalankan proses pendidikan Islam,” ucap Syafi'i.
Dalam kesempatan itu, Syafi’i turut mengapresiasi perkembangan fasilitas dan tata kelola pesantren. Dia menilai lingkungan pendidikan yang semakin baik dapat mendukung santri dalam mengembangkan kemampuan intelektual dan spiritual.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada pengasuh pesantren serta para tenaga pendidik yang telah mengelola lembaga pendidikan tersebut. Syafi’i menyebut sejumlah program pemerintah, seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG), cek kesehatan gratis, dan bantuan operasional sekolah, sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan dan kesejahteraan peserta didik.
Wamenag kemudian berpesan agar para santri memiliki cita-cita tinggi dan berani mengambil peran dalam kepemimpinan bangsa.
“Gantungkan mimpi kalian sebesar-besarnya. Jangan puas hanya bercita-cita biasa. Santri harus berani bermimpi menjadi menteri, wakil presiden, bahkan presiden Republik Indonesia. Cita-cita besar itulah tautan pengikat semangat juang agar kita tidak mudah menyerah,” katanya.
Editor: Aditya Pratama