JAKARTA, iNews.id - Pemerintah resmi meniadakan ujian nasional (UN) 2020 untuk mencegah penyebaran virus corona. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menyebut sebagian anggaran UN akan dialihkan untuk membantu penanganan penyebaran virus corona.
Nadiem mengatakan dengan pembatalan UN membuat sebagian anggaran yang sudah dialokasikan tidak digunakan. Selain untuk membantu penanganan virus corona, sebagian anggaran UN lainnya akan digunakan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh atau daring serta Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter yang akan diselenggarakan mulai tahun depan.
Perayaan Tahun Baru 2026 di London Spektakuler, 12.000 Kembang Api Pukau 100.000 Pengunjung
"Realokasi dana dilakukan, tentu masih ada sisa yang tidak digunakan dari dana UN. Itu nanti bisa digunakan untuk membantu penanganan virus corona atau mendukung pembelajaran daring," kata Nadiem melalui telekonferensi di Jakarta, Selasa (24/3/2020).
Kemendikbud kini sedang berkoordinasi dengan DPR soal pengalihan anggaran tersebut. Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Ainun Na'im mengatakan anggaran UN yang digeser antara lain alokasi dana untuk rapat dan perjalanan dinas.
Kasus Positif Corona Bertambah Jadi 686, Meninggal 55
Ainun menjelaskan anggaran UN yang dialokasikan untuk membantu penanganan virus corona antara Rp300 sampai Rp400 miliar. Anggaran tersebut akan dialokasikan ke beberapa rumah sakit pendidikan.
"Bisa digunakan untuk melakukan penelusuran dan sebagainya," kata Ainun.
Sementara itu Pelaksana Tugas Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud, Totok Suprayitno mengatakan anggaran UN di daerah yang bisa dialokasikan untuk membantu penanganan virus corona mencapai Rp70 miliar. Selain itu sumber dana berupa bantuan operasional sekolah (BOS) yang belum digunakan untuk membayar pengawas UN bisa digunakan untuk menangani virus corona di satuan pendidikan.
Editor: Rizal Bomantama
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku