Kemendikdasmen Revitalisasi 39.153 Sekolah, Ini Sebaran dan Progres Pembangunannya
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperluas program revitalisasi satuan pendidikan untuk memperbaiki sarana dan prasarana sekolah di berbagai daerah. Hingga 2 November 2026, tercatat sebanyak 39.153 sekolah masuk dalam program tersebut dengan total dana bantuan mencapai Rp29,82 triliun.
Data tersebut bersumber dari Dashboard Peta Revitalisasi Satuan Pendidikan Kemendikdasmen yang bisa diakses publik melalui laman https://revit.kemendikdasmen.go.id/verval/dashboard/. Dashboard tersebut dilengkapi fitur pencarian dan penyaringan data berdasarkan provinsi, kabupaten/kota, kategori, status sekolah, serta nilai bantuan. Melalui fitur tersebut, masyarakat dapat mengecek informasi mengenai sekolah-sekolah penerima program, foto dan progres pembangunan.
Program revitalisasi mencakup tujuh jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), sekolah luar biasa (SLB), hingga pendidikan nonformal dan informal (PNFI).
Revitalisasi pada 2026 diprioritaskan untuk sekolah yang mengalami kerusakan berat, satuan pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah yang membutuhkan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Program ini juga menjangkau sekolah reguler dan satuan pendidikan dalam kategori TNI.
Berdasarkan data dashboard, PAUD menjadi jenjang dengan jumlah satuan pendidikan terbanyak yang tercatat dalam program revitalisasi, yakni 17.273 sekolah. Posisi berikutnya ditempati SD dengan 11.539 sekolah.
Berikut Rincian Jumlah Sekolah Berdasarkan Jenjang:
- PAUD: 17.273 sekolah
- SD: 11.539 sekolah
- SMP: 4.878 sekolah
- SMA: 1.993 sekolah
- SMK: 2.608 sekolah
- SLB: 703 sekolah
- PNFI: 159 satuan pendidikan
Dari sisi kategori penerima program revitalisasi, sekolah reguler mendominasi dengan jumlah 33.328 sekolah. Berikutnya, terdapat 3.688 sekolah dalam kategori terdampak bencana, 1.771 sekolah kategori 3T atau afirmasi, serta 366 sekolah kategori TNI.
Pengelompokan tersebut menunjukkan program revitalisasi tidak hanya menjangkau sekolah reguler, tetapi juga satuan pendidikan yang berada di wilayah dengan tantangan geografis maupun yang terdampak bencana.
Dashboard Kemendikdasmen juga menampilkan perkembangan pembangunan berdasarkan enam kelompok progres. Dari 39.153 satuan pendidikan yang tercatat, sebanyak 6.376 sekolah berada pada rentang progres 95–100%. Sementara itu, kelompok progres 51–75% menjadi yang terbanyak, dengan jumlah 10.901 sekolah.
Berikut Rincian Progres Pembangunan Sekolah:
- Progres 0–25%: 9.140 sekolah
- Progres 26–50%: 7.333 sekolah
- Progres 51–75%: 10.901 sekolah
- Progres 76–94%: 5.210 sekolah
- Progres 95–100%: 6.376 sekolah
- Belum ada data: 193 sekolah
Dari sisi nilai bantuan, sekolah penerima program terbagi dalam enam kelompok. Mayoritas sekolah memperoleh bantuan di bawah Rp500 juta, yakni sebanyak 14.626 sekolah. Besaran bantuan yang diterima masing-masing sekolah berbeda sesuai dengan kebutuhan dan lingkup pekerjaan revitalisasi.
Rincian Jumlah Sekolah Berdasarkan Rentang Nilai Bantuan:
- Di bawah Rp500 juta: 14.626 sekolah
- Rp500 juta hingga Rp1 miliar: 14.093 sekolah
- Rp1 miliar hingga Rp2 miliar: 9.328 sekolah
- Rp2 miliar hingga Rp3 miliar: 929 sekolah
- Rp3 miliar atau lebih: 173 sekolah
- Belum ada data nilai bantuan: 4 sekolah
Dua kelompok terbesar, yakni sekolah dengan bantuan di bawah Rp500 juta dan Rp500 juta hingga Rp1 miliar, mencakup 28.719 sekolah. Sementara itu, terdapat 9.328 sekolah dengan nilai bantuan Rp1 miliar hingga Rp2 miliar. Adapun total dana bantuan yang tercatat dalam dashboard mencapai Rp29.829.641.248.994 atau sekitar Rp29,83 triliun.
Secara geografis, Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah satuan pendidikan terbanyak yang tercatat dalam program revitalisasi, yakni 4.677 sekolah. Posisi berikutnya ditempati Jawa Barat dengan 4.279 sekolah dan Jawa Timur sebanyak 4.202 sekolah.
Di luar Pulau Jawa, Aceh mencatat jumlah satuan pendidikan terbanyak penerima program dengan 3.007 sekolah. Selanjutnya, Sumatra Utara dengan 2.380 sekolah dan Sulawesi Selatan sebanyak 1.821 sekolah.
Rincian Sebaran Sekolah Berdasarkan Provinsi:
1. Jawa Tengah: 4.677
2. Jawa Barat: 4.279
3. Jawa Timur: 4.202
4. Aceh: 3.007
5. Sumatera Utara: 2.380
6. Sulawesi Selatan: 1.821
7. Nusa Tenggara Timur: 1.744
8. Lampung: 1.711
9. Sumatera Barat: 1.268
10. Banten: 1.107
11. Nusa Tenggara Barat: 1.000
12. Sulawesi Tenggara: 959
13. Kalimantan Barat: 936
14. Sumatera Selatan: 929
15. Riau: 903
16. Sulawesi Tengah: 840
17. Sulawesi Utara: 645
18. Kalimantan Selatan: 569
19. Jambi: 566
20. Kalimantan Tengah: 558
21. Maluku: 541
22. DI Yogyakarta: 524
23. Maluku Utara: 462
24. Bengkulu: 418
25. Bali: 405
26. Kalimantan Timur: 394
27. Sulawesi Barat: 349
28. Gorontalo: 298
29. Kepulauan Riau: 294
30. Papua: 239
31. Kepulauan Bangka Belitung: 234
32. Kalimantan Utara: 178
33. Papua Barat: 164
34. Papua Barat Daya: 141
35. DKI Jakarta: 137
36. Papua Selatan: 108
37. Papua Tengah: 84
38. Papua Pegunungan: 81
39. Luar Negeri: 1
Pemerintah Perluas Target Revitalisasi 2026
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti sebelumnya menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan perluasan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Kemendikdasmen menambah 60.000 satuan pendidikan penerima program.
"Insyaallah akan ada tambahan sekitar 60 ribu satuan pendidikan. Dengan demikian, target perluasan program revitalisasi mencapai 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia," kata Abdul Mu'ti di Istana Negara, Jakarta, 11 Juni 2026.
Kemendikdasmen sebelumnya pada 2025 mencatat program revitalisasi telah dilaksanakan di 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dengan alokasi anggaran sebesar Rp16,9 triliun. Program yang menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan tersebut melampaui target yang telah ditetapkan.
Editor: Maria Christina