Kemenkes Bentuk Tim Khusus Tangani Korban Gempa NTT, Dokter Bedah hingga Ortopedi Disiapkan
Langkah tersebut dinilai penting karena tenaga kesehatan yang berada di daerah terdampak juga berpotensi menjadi korban bencana.
Kemenkes bahkan telah mengerahkan Emergency Medical Team (EMT) untuk melakukan pemetaan sebelum tenaga medis tambahan dan relawan dikirim ke lokasi.
"Satu kompi, satu regu untuk dikirim ke sana dan tugasnya adalah mengidentifikasi kebutuhannya di mana agar nanti malam ini kita bisa lepas ke relawan-relawan yang mau pergi. Supaya jangan salah perginya ke Kabupaten/Kota mana, lokasinya mana, butuhnya apa," kata Budi.
Kemenkes memprediksi kebutuhan tenaga medis pada fase awal pascagempa akan banyak berkaitan dengan penanganan korban trauma.
Karena itu, dokter dengan keahlian bedah dan ortopedi menjadi salah satu tenaga yang diprioritaskan untuk dikirim ke wilayah terdampak.