Kemenkes Ungkap 283.270 Kasus ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla, Kalsel Tertinggi
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 283.270 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari jumlah itu, sebanyak 63.711 kasus dialami anak di bawah usia lima tahun (balita).
Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes Then Suyanti menjelaskan, pihaknya mendeteksi 12 daerah berbahaya yang tersebar di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jambi, Sumatera Selatan, dan Riau. Data tersebut dihimpun hingga Selasa (13/10/2026) pukul 13.30 WIB.
Then menuturkan, asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5, karbon monoksida, nitrogen dioksida, serta senyawa organik beracun yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Paparan zat tersebut berisiko memicu berbagai gangguan, termasuk ISPA.
"Tentunya ini berakibat terhadap risiko kesehatan, karena kita tahu asap kebakaran hutan dan lahan mengandung partikel halus yaitu PM 2.5, maupun karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan senyawa organik beracun yang dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti ISPA," ucap Then dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).
Berdasarkan data Kemenkes, kasus ISPA tersebut tersebar di tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota. Kalimantan Selatan (Kalsel) mencatat jumlah kasus tertinggi, yakni 74.636 kasus, disusul Sumatera Selatan (Sumsel) sebanyak 74.458 kasus.