Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : WHO Pantau Kasus Dugaan Pes Rusia, Ini Pesan untuk Dunia!
Advertisement . Scroll to see content

Kemenkes Pantau Dugaan Pes di Rusia, Pengawasan Pintu Masuk Indonesia Diperketat

Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:46:00 WIB
Kemenkes Pantau Dugaan Pes di Rusia, Pengawasan Pintu Masuk Indonesia Diperketat
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memantau perkembangan dugaan kejadian penyakit pes di Rusia setelah seorang pekerja laboratorium dilaporkan meninggal dunia. (Foto: Dok)
Advertisement . Scroll to see content

“Deteksi awal dilakukan melalui analisis deklarasi kesehatan serta pengamatan tanda dan gejala, seperti demam, batuk, sesak napas, dan gejala lainnya. Apabila ditemukan pelaku perjalanan yang bergejala dan mengarah ke plague (pes), petugas kesehatan di bandara akan langsung merujuk kasus ke Rumah Sakit Rujukan Penyakit Infeksi untuk mendapatkan penanganan lanjutan,” ucapnya.

Sementara itu, masyarakat diminta tidak panik menyikapi dugaan kasus pes di Rusia. Kemenkes mengimbau masyarakat mengikuti perkembangan informasi melalui sumber resmi pemerintah.

“Kemenkes mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan kasus global dan nasional melalui media resmi pemerintah. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk menjaga imunitas tubuh dan mencegah dari paparan penyakit menular,” ujarnya.

Sebelumnya, dugaan kasus pes di Rusia menjadi perhatian setelah seorang pekerja laboratorium di Siberia dilaporkan meninggal dunia usai mengalami pneumonia berat. Hampir 200 orang yang diduga melakukan kontak dengan korban kemudian menjalani isolasi dan pemantauan medis.

Dugaan kejadian tersebut dikaitkan dengan Irkutsk Anti-Plague Research Institute di Rusia. Sejumlah laporan media menyebut seorang pekerja laboratorium bernama Daria Shipilova diduga mengalami kecelakaan pada 25 September 2026 saat menangani materi biologis.

Dalam kejadian tersebut, sebuah tabung yang diduga berisi Yersinia pestis, bakteri penyebab penyakit pes, dilaporkan pecah. Namun, informasi mengenai kemungkinan bakteri tersebut lepas dari laboratorium belum dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas Rusia.

Beberapa hari setelah dugaan insiden tersebut, Shipilova dilaporkan mengalami kondisi kesehatan serius. Dia kemudian dirawat di rumah sakit di Shelekhov karena pneumonia berat dan sempat membutuhkan ventilator.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut