Kemenkes Ungkap 283.270 Kasus ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla, Kalsel Tertinggi
"Secara kumulatif ini ada 283.270 dengan kasus terbanyaknya di usia di atas 5 tahun yaitu 219.559 di 7 provinsi, 63 kabupaten/kota. Dan paling banyak kalau kita lihat di Kalimantan Selatan sebanyak 74.636, diikuti oleh Sumatera Selatan 74.458," kata dia.
Untuk mencegah peningkatan kasus, Kemenkes melakukan berbagai upaya promotif dan preventif, termasuk edukasi kepada masyarakat mengenai risiko kesehatan akibat asap karhutla. Pemantauan juga dilakukan terhadap penyakit ISPA, pneumonia, asma, serta iritasi mata dan kulit.
Kemenkes turut memantau ketersediaan obat dan bahan medis habis pakai (BMHP), serta kapasitas pelayanan di puskesmas dan rumah sakit. Selain itu, surveilans kualitas udara dalam ruangan dilakukan agar dinas kesehatan dan puskesmas dapat memantau kondisi udara di wilayah masing-masing.
"Demikian juga kami melakukan surveilans kualitas udara dalam ruangan sehingga Dinas maupun Puskesmas memantau dan menginput data sehingga kita tahu peningkatan kadar udara di dalam ruang maupun luar ruangan untuk wilayah masing-masing Puskesmas," ucapnya.
Selain itu, Kemenkes juga telah menerbitkan surat kewaspadaan bagi dinas kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi dampak karhutla. Kemenkes turut merekomendasikan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di wilayah terdampak kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama.
"Dan tentunya seluruh pos dan Puskesmas yang ada di wilayah eh 7 provinsi tersebut kami siapkan termasuk rumah sakit, labkesmas, maupun PSC 119-nya," tuturnya.
Editor: Aditya Pratama