Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Palangka Raya Dikepung Asap Pekat, Kasus ISPA Kian Mengkhawatirkan
Advertisement . Scroll to see content

Kemenkes Ungkap 283.270 Kasus ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla, Kalsel Tertinggi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:15:00 WIB
Kemenkes Ungkap 283.270 Kasus ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla, Kalsel Tertinggi
Kemenkes mencatat 283.270 kasus ISPA di tujuh provinsi terdampak karhutla, termasuk 63.711 kasus pada balita. (Foto: Ilustrasi/iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 283.270 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari jumlah itu, sebanyak 63.711 kasus dialami anak di bawah usia lima tahun (balita).

Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes Then Suyanti menjelaskan, pihaknya mendeteksi 12 daerah berbahaya yang tersebar di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jambi, Sumatera Selatan, dan Riau. Data tersebut dihimpun hingga Selasa (13/10/2026) pukul 13.30 WIB.

Then menuturkan, asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5, karbon monoksida, nitrogen dioksida, serta senyawa organik beracun yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Paparan zat tersebut berisiko memicu berbagai gangguan, termasuk ISPA.

"Tentunya ini berakibat terhadap risiko kesehatan, karena kita tahu asap kebakaran hutan dan lahan mengandung partikel halus yaitu PM 2.5, maupun karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan senyawa organik beracun yang dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti ISPA," ucap Then dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).

Berdasarkan data Kemenkes, kasus ISPA tersebut tersebar di tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota. Kalimantan Selatan (Kalsel) mencatat jumlah kasus tertinggi, yakni 74.636 kasus, disusul Sumatera Selatan (Sumsel) sebanyak 74.458 kasus.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut