Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Bocorkan Rencana China Perpanjang Jalur Whoosh hingga Jatim
Advertisement . Scroll to see content

Kemenkeu Ambil Alih Utang Kereta Cepat Whoosh, Purbaya Pastikan Tak Bebani APBN

Kamis, 06 Agustus 2026 - 22:35:00 WIB
Kemenkeu Ambil Alih Utang Kereta Cepat Whoosh, Purbaya Pastikan Tak Bebani APBN
Kemenkeu akan mengambil alih utang Kereta Cepat Whoosh melalui SMV dan dipastikan skema tersebut tidak membebani APBN. (Foto: Dok. KCIC)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan utangKereta Cepat Whoosh akan diambil alih Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Special Mission Vehicle (SMV) atau badan usaha milik negara (BUMN) khusus di bawah Kemenkeu.

Purbaya menjelaskan, dengan skema tersebut nantinya tidak langsung membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), meski infrastrukturnya telah dikelola oleh pemerintah. Sebab, dana yang digunakan untuk membayar utang diambil lewat keuntungan oleh SMV, bukan bersumber dari APBN.

"Jadi walaupun dikelola oleh pemerintah tidak akan membebani APBN. SMV kan juga punya untung juga kan, sebagian kita biarkan ke situ (pelunasan utang whoosh). Kira-kira begitu gambaran kasarnya," kata Purbaya saat ditemui di Kemenkeu dikutip, Kamis (6/8/2026).

Purbaya menambahkan, pengambilalihan Kereta Cepat Whoosh dilakukan atas kepemilikan 60 persen saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sebagai bagian dari konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku operator Whoosh. Ditargetkan proses pengalihan saham dari PSBI ke SMV rampung pada pertengahan September mendatang.

PSBI merupakan konsorsium atau gabungan dari perusahaan pelat merah yang dahulu menggarap proyek kereta cepat. Beban utang yang membengkak itu pada akhirnya mempengaruhi kinerja keuangan para BUMN anggota konsorsium.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut