Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Bocorkan Rencana China Perpanjang Jalur Whoosh hingga Jatim
Advertisement . Scroll to see content

Kemenkeu Ambil Alih Utang Kereta Cepat Whoosh, Purbaya Pastikan Tak Bebani APBN

Kamis, 06 Agustus 2026 - 22:35:00 WIB
Kemenkeu Ambil Alih Utang Kereta Cepat Whoosh, Purbaya Pastikan Tak Bebani APBN
Kemenkeu akan mengambil alih utang Kereta Cepat Whoosh melalui SMV dan dipastikan skema tersebut tidak membebani APBN. (Foto: Dok. KCIC)
Advertisement . Scroll to see content

Adapun komposisi kepemilikan PT PSBI terdiri dari, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memegang 51,37 persen, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) memiliki 39,12 persen, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I dengan porsi 1,21 persen, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) dengan porsi 8,3 persen.

"Kan punya dia (saham PT PSBI) 60 persen, itu kasih ke kita (Kemenkeu), 40 persen masih ada yang lain, masih ada China. Konsorsium kasihkan saham punya dia ke saya. Itu punya kita semua nanti perusahaannya (PSBI)," kata Purbaya.

Sebagai informasi tambahan, beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) diperkirakan telah membengkak hingga 7,2 miliar dolar AS atau setara Rp116 triliun. 

Komposisi utang tersebut sekitar 75 persen merupakan pinjaman dari China Development Bank (CDB) dengan suku bunga sekitar 3,5-4 persen. Hal ini membuat konsorsium KCIC yang mayoritas dipegang oleh PT KAI perlu membayar bunga utangnya saja sekitar Rp2 triliun per tahun.

SMV sendiri merupakan BUMN khusus yang ditugaskan untuk melaksanakan pembangunan dan pembiayaan di luar fungsi fiskal utama. SMV terdiri dari beberapa PT dan lembaga, antara lain PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur), PT PII (Penjaminan Infrastruktur Indonesia), PT SMF (Sarana Multigriya Financial), LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan), serta LMAN (Lembaga Manajemen Aset Negara).

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut