Kemenkeu Lelang 4 Seri SUN Hari Ini, Target Raup Rp33 Triliun
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah hari ini, Selasa (6/1/2026). Langkah tersebut diambil guna memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN 2026, dengan target indikatif sebesar Rp33 triliun.
Berdasarkan keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), proses lelang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, dengan tanggal penyelesaian (settlement) pada, Kamis (8/1/2026).
“Pemerintah akan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2026,” tulis keterangan dikutip dari laman resmi DJPPR.
Meski target awal dipatok Rp33 triliun, pemerintah memiliki ruang untuk menyerap dana lebih besar. Sesuai ketentuan, penjualan maksimal dapat mencapai 150 persen dari target indikatif, atau setara dengan Rp49,5 triliun, tergantung pada kekuatan minat pasar.
Lelang dilaksanakan secara terbuka menggunakan sistem Bank Indonesia dengan metode harga beragam (multiple price).
“Penjualan SUN tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia,” tulis keterangan itu.
Investasi ini terbuka bagi seluruh pihak, baik individu maupun institusi. Namun, penawaran pembelian (bids) harus disampaikan secara resmi melalui peserta lelang yang telah mengantongi izin dan ditetapkan oleh pemerintah.
Pemerintah menawarkan sembilan seri dalam lelang kali ini, yang terdiri dari enam seri obligasi negara dengan kupon tetap (fixed rate) dan tiga seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN).
Imbal hasil tertinggi ditawarkan sebesar 7,125 persen untuk tenor jangka panjang, sementara kupon terendah berada di angka 5,875 persen.
Berikut rincian seri obligasi yang ditawarkan:
1. FR0106 & FR0107: Kupon 7,125 persen (Jatuh tempo 2040 & 2045).
2. FR0102 & FR0105: Kupon 6,875 persen (Jatuh tempo 2054 & 2064).
3. FR0108: Kupon 6,50 persen (Jatuh tempo 2036).
4. FR0109: Kupon 5,875 persen (Jatuh tempo 2031).
Selain itu, terdapat tiga seri SPN dengan skema diskonto untuk tenor pendek yang jatuh tempo pada Februari 2026, April 2026, dan Januari 2027.
Editor: Aditya Pratama