Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Optimistis Destry Damayanti Mampu Jaga Stabilitas Kebijakan Moneter BI
Advertisement . Scroll to see content

Kemenkeu Raih WTP di Audit BPK, Purbaya: Masih Ada yang Perlu Diperbaiki

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:14:00 WIB
Kemenkeu Raih WTP di Audit BPK, Purbaya: Masih Ada yang Perlu Diperbaiki
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (dok. Kemenkeu)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Kementerian Keuangan (Bagian Anggaran 015) dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara (BUN) Tahun 2025. BPK memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kedua laporan keuangan tersebut.

Bagi Kemenkeu, predikat ini bukan sebatas pengakuan atas akuntabilitas pengelolaan anggaran negara, melainkan menjadi dorongan untuk terus memperkuat tata kelola melalui tindak lanjut rekomendasi BPK.

"Walaupun BPK telah memberikan opini WTP, kami menyadari bahwa masih terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki. Kami sangat menghargai berbagai rekomendasi yang diberikan yang kami jadikan sebagai titik tolak dalam melakukan perbaikan dengan menindaklanjuti secara serius setiap rekomendasi yang diberikan," ujar Purbaya dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).

Purbaya menjelaskan, raihan opini WTP ini dicapai di tengah tingginya dinamika dan ketidakpastian ekonomi global sepanjang 2025. Di tengah kondisi tersebut, APBN tetap memegang peran sentral sebagai shock absorber atau peredam kejut untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional.

Hasilnya, perekonomian Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,11 persen (year-on-year), inflasi terkendali di level 2,92 persen (year-on-year), serta defisit APBN terjaga di angka 2,81 persen terhadap PDB.

Kinerja ini didukung oleh pengelolaan fiskal yang sehat dan kredibel, sejalan dengan peran strategis Kemenkeu sebagai pengelola fiskal, Bendahara Umum Negara, Chief Financial Officer Pemerintah, hingga koordinator hubungan fiskal pusat dan daerah.

Lebih lanjut, Purbaya menegaskan sinergi antara Kementerian Keuangan dan BPK merupakan krusial dalam mendorong perbaikan tata kelola keuangan negara secara berkelanjutan.

"Saya berharap BPK RI terus mendukung berbagai upaya dalam melakukan percepatan penyelesaian tindak lanjut rekomendasi, untuk mendorong terciptanya tata kelola keuangan yang lebih baik," kata Purbaya.

Purbaya juga menyampaikan apresiasi kepada BPK atas pelaksanaan audit yang dinilai profesional, independen dan konstruktif.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut