Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Lansia Tak Punya HP Terindikasi Judol hingga Bansos Dicoret, Ini Penjelasan Kemensos
Advertisement . Scroll to see content

Kemensos Dalami Bansos Lansia Tak Punya HP Dicoret gegara Judol: KTP Diduga Dipakai Orang Lain

Kamis, 03 September 2026 - 07:32:00 WIB
Kemensos Dalami Bansos Lansia Tak Punya HP Dicoret gegara Judol: KTP Diduga Dipakai Orang Lain
Mensos Saifullah Yusuf menduga KTP penerima bansos digunakan orang lain untuk judol. (Foto: Achmad Al Fiqri)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id -Kementerian Sosial (Kemensos) mendalami kasus lansia penerima bansos yang tidak memiliki ponsel tetapi datanya terindikasi aktivitas judi online (judol) hingga bantuan sosialnya dihentikan. Kemensos menduga Kartu Tanda Penduduk (KTP) penerima bansos digunakan orang lain untuk transaksi tertentu.

“Sekarang kita dalami itu, ada fenomena KTP-KTP menerima bansos dimanfaatkan dan digunakan orang lain untuk membuat akun. Untuk membeli motor atau untuk membeli aset-aset yang lain termasuk untuk langganan listrik. Jadi ini sedang kita pastikan semua,” ucap Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Kantor Kemensos, Jakarta, dikutip Kamis (3/9/2026).

Ia menegaskan penyalahgunaan identitas dapat berdampak langsung terhadap masyarakat miskin yang menjadi penerima bansos. Mereka bisa terindikasi tidak memenuhi kriteria akibat data yang tercatat atas nama penerima digunakan pihak lain.

“Ada misalnya keluarga yang tidak mampu, tertolak (bansos) karena KTP-nya dimanfaatkan oleh orang lain. Kedua ada juga fenomena yang main judol itu bukan orang tuanya, tapi anaknya atau keluarganya,” sambungnya.

Saat ini pihaknya tengah mendalami data untuk memastikan kondisi sebenarnya setiap penerima bansos. Pemerintah ingin mencegah masyarakat yang memenuhi kriteria kehilangan bantuan akibat aktivitas pihak lain yang menggunakan identitas mereka.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut