Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mentan Amran Surati Kapolri Jenderal Suyudi, Minta Mafia Pangan Ditindak Tegas
Advertisement . Scroll to see content

Kementan Punya 2 Wamen, Mentan Amran Ungkap Pembagian Tugas

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:21:00 WIB
Kementan Punya 2 Wamen, Mentan Amran Ungkap Pembagian Tugas
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (Foto: Tangguh Yudha)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap pembagian tugas dua Wakil Menteri Pertanian (Wamentan). Seperti diketahui, Alim Setiawan Slamet menjadi Wamentan baru, menyusul Saleh Mustafa.

Keduanya akan memiliki fokus kerja berbeda untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional.

Amran menjelaskan, Alim yang memiliki latar belakang akademisi akan difokuskan pada peningkatan produktivitas pertanian, termasuk pengembangan kedelai, bawang putih, hingga swasembada ayam broiler. Sementara itu, Saleh Mustofa yang berlatar belakang militer akan bertugas mengeksekusi target-target cetak sawah.

"Ini satu dari TNI, yang satunya dari akademisi. Beliau (Alim) fokus pada peningkatan produktivitas, kedelai, kemudian PM-AAS (Pertanian Modern-Advanced Agriculture System), kemudian bawang putih, ayam broiler swasembada, kolaborasi kita dengan seluruh perguruan tinggi seluruh Indonesia," ujarnya, Senin (19/10/2026).

"Kemudian Wamen satu, Pak Letnan Jenderal Saleh Mustofa, itu fokus mengeksekusi target-target komonisasi cetak sawah," kata Amran.

Menurutnya, dengan tambahan tenaga baru yakni Alim, dia optimistis target swasembada beras dan ketahanan pangan berkelanjutan dapat tercapai pada 2026.

"Saya yakin hampir pasti swasembada beras, pangan berkelanjutan tahun 2026, mudah-mudahan seterusnya. Karena ini ada energi baru, insya Allah pertanian semakin kuat," kata Amran.

Sementara itu, Wamentan Alim Setiawan menyatakan siap menjalankan arahan Mentan Amran, terutama dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi dan keberlanjutan sektor pertanian. Menurutnya, pencapaian swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani membutuhkan penerapan sistem pertanian modern yang didukung inovasi, riset, serta teknologi tepat guna.

Alim menjelaskan, pihaknya akan memperkuat kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi untuk mengembangkan dan menguji teknologi pertanian modern. Salah satu yang menjadi perhatian adalah teknologi yang berpotensi meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 10 ton per hektare.

"Insya Allah nanti kita akan coba kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi agar di uji coba, dicoba dan dan nanti diteliti, siapa tahu ada teknologi atau inovasi yang lebih baik lagi. Karena produktivitasnya sangat menjanjikan, bisa di atas 10 ton per hektare. Jadi saya kira kalau itu bisa tercapai, tentu swasembada pangan kita bisa lebih sustainable," kata Alim.

Selain pengembangan teknologi pertanian, Alim mendapat tugas untuk meningkatkan produksi komoditas strategis, khususnya kedelai dan bawang putih. Dia menegaskan, peningkatan produktivitas kedelai akan diarahkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan impor.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut