Kementan Ungkap Biang Kerok Harga Cabai Melonjak meski Pasokan Surplus
“Bagi yang di daerahnya bukan daerah sentra produksi, kekurangan cabai, karena cabai saat ini, produksi yang paling tinggi salah satunya ada di Aceh, Bapanas bisa membantu subsidi untuk membantu pengiriman,” ujar Hermawan.
Salah satu upaya yang tengah disiapkan adalah Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) untuk pengiriman cabai rawit merah dari Probolinggo, Jawa Timur, menuju Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Program ini dijalankan bersama Champion Cabai binaan Kementan.
Hermawan juga meminta pemerintah daerah aktif melaporkan perkembangan pasokan dan harga cabai di wilayah masing-masing. Informasi tersebut diperlukan agar pemerintah dapat segera mengambil langkah stabilisasi ketika terjadi lonjakan harga atau kekurangan pasokan.
Berdasarkan pemantauan Bapanas per 14 Oktober 2026, rata-rata harga cabai rawit di tingkat konsumen secara nasional mencapai Rp93.629 per kg.
Sementara itu, harga cabai rawit di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur relatif stabil pada kisaran Rp57.000 hingga Rp65.000 per kg.
Untuk cabai merah keriting, rata-rata harga nasional tercatat Rp79.913 per kg. Adapun harga komoditas tersebut di sebagian besar wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara berada pada kisaran Rp50.000 hingga Rp64.000 per kg.
Editor: Puti Aini Yasmin