Kementerian PU bakal Bangun 7 Jembatan Permanen di Aceh, Berikut Daftarnya
"Dalam 50 hari pertama, fokus utama kami adalah memastikan tidak ada satu pun kabupaten dan kota yang terisolasi. Memang saat ini masih terdapat beberapa desa dan kecamatan yang aksesnya terbatas, dan itu menjadi sasaran penanganan lanjutan kami. Tim di lapangan terus bekerja tanpa henti bersama TNI dan Polri," ujar Dody dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).
Jembatan pertama yang akan dikerjakan adalah Jembatan Krueng Tingkeum yang berada pada ruas Jalan Kota Bireuen–Batas Bireuen/Aceh Utara. Ruas ini telah kembali terhubung dan fungsional sejak 27 Desember 2025 melalui jembatan bailey dengan kapasitas 30 ton, serta dukungan jalur alternatif Bailey di Awe Geutah.
Untuk meningkatkan keandalan jangka panjang, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh menyiapkan penanganan permanen berupa duplikasi jembatan yang akan dimulai pemancangan pertama pada 20 Januari 2026.
Selanjutnya, Jembatan Krueng Meureudu berada pada ruas Jalan Banda Aceh–Meureudu serta terhubung dengan ruas Meureudu–Batas Pidie Jaya/Bireuen. Saat ini, seluruh ruas tersebut telah fungsional untuk semua jenis kendaraan, termasuk setelah penyelesaian penimbunan oprit jembatan yang runtuh pada awal Desember 2025.
Penanganan permanen difokuskan pada rehabilitasi jembatan eksisting serta perbaikan daerah aliran sungai (DAS) guna mengurangi risiko gerusan dan kerusakan berulang.