Kementerian PU bakal Bangun 7 Jembatan Permanen di Aceh, Berikut Daftarnya
Selanjutnya, Jembatan Krueng Meureudu berada pada ruas Jalan Banda Aceh–Meureudu serta terhubung dengan ruas Meureudu–Batas Pidie Jaya/Bireuen. Saat ini, seluruh ruas tersebut telah fungsional untuk semua jenis kendaraan, termasuk setelah penyelesaian penimbunan oprit jembatan yang runtuh pada awal Desember 2025.
Penanganan permanen difokuskan pada rehabilitasi jembatan eksisting serta perbaikan daerah aliran sungai (DAS) guna mengurangi risiko gerusan dan kerusakan berulang.
Lalu, Jembatan Teupin Mane terletak pada Ruas Jalan Kota Bireuen–Batas Bireuen/Bener Meriah. Ruas ini telah kembali terhubung sejak 18 Desember 2025 setelah pemasangan Jembatan Bailey dan penanganan sementara pada titik longsoran. Kementerian PU akan melakukan penggantian jembatan permanen dengan jembatan rangka serta penanganan longsoran jalan untuk meningkatkan kapasitas dan keselamatan pengguna jalan.
Jembatan Krueng Beutong berada pada ruas Jalan Batas Aceh Tengah/Nagan Raya–Lhok Seumot–Jeuram. Akses pada ruas ini telah kembali fungsional bagi kendaraan roda dua dan roda empat sejak 8 Januari 2026 melalui jembatan Bailey.
Penanganan permanen direncanakan berupa rehabilitasi DAS serta rekonstruksi badan jalan yang hilang guna memastikan stabilitas struktur dan kelancaran arus kendaraan.
Jembatan Lawe Mengkudu 1 terletak pada Ruas Jalan Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane. Ruas ini telah kembali terhubung setelah penanganan sembilan titik longsor serta pemasangan jembatan bailey pada Jembatan Lawe Mengkudu I dan Jembatan Lawe Penanggalan yang fungsional sejak 29 Desember 2025. Ke depan, akan dilakukan rehabilitasi bangunan atas jembatan serta rehabilitasi DAS sebagai solusi permanen.