Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kurikulum Literasi Digital hingga Aplikasi Periksa Fakta Dinilai Perlu untuk Tangkal Hoaks
Advertisement . Scroll to see content

Kemkominfo dan GNLD Siberkreasi Gelar Live Webi+ Bertajuk Karya Digital Mudah Viral

Senin, 15 November 2021 - 14:00:00 WIB
Kemkominfo dan GNLD Siberkreasi Gelar Live Webi+ Bertajuk Karya Digital Mudah Viral
Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama GNLD Siberkreasi menggelar Live Webi+ bertajuk ‘Karya Digital Mudah Viral'. (Foto: dok Kemkominfo Siberkreasi)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menggelar Live Webi+ yang mengusung tajuk ‘Karya Digital Mudah Viral: Netiket, Aspek Etis dan Moral dalam Dunia Digital’. Webinar ini dihadiri oleh sejumlah narasumber inspiratif.

Mereka di antaranya, yaitu Wakil Ketua Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi Anita Wahid, COO Motion Banking Teddy Tee yang hadir secara virtual melalui Zoom. Kemudian, aktris Yuki Kato, CEO MNC Shop Jimmy Jeremia, serta CEO MNC Picture Titan Hermawan yang hadir secara langsung di Studio 2 iNewsTV, bersama penyiar sekaligus selebriti Bayu Oktara yang memandu jalannya webinar.

Webinar ini ditayangkan secara langsung melalui kanal YouTube Official iNewsTV dan Siberkreasi, serta akun Instagram iNewsTV, Yuki Kato, dan Bayu Oktara pada pukul 20.15- 21.00 WIB. Pada kesempatan tersebut, Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo RI Semuel A Pangerapan turut membuka webinar secara virtual.

Dia mengatakan bahwa salah satu unsur penting untuk mewujudkan transformasi digital adalah dengan menciptakan masyarakat digital, di mana kemampuan literasi digital masyarakat memegang peranan penting di dalamnya. Sayangnya, berdasarkan data yang diperoleh pada survei 2020, indeks literasi Indonesia berada pada 3,47 dari skala 1-4.

Hasil tersebut, menurut Semuel, menandakan bahwa literasi digital masyarakat Indonesia masih berada sedkit di atas dari tingkat sedang, tetapi belum mencapai tingkat baik. “Untuk mencapai literasi yang baik pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, tetapi bekerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya Siberkreasi untuk meningkatkan kemampuan literasi digital masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Hal ini tak terlepas dari situasi pandemi Covid-19 yang membawa perubahan masif pada tatanan hidup masyarakat, termasuk dalam transformasi digital. “Semua serba cepat. Kenyataan ini menghidupkan transformasi digital Indonesia,” ucapnya.

Terkait keterampilan masyarakat dalam berselancar di dunia digital, tentunya netiket menjadi hal yang sangat penting untuk diterapkan masyarakat. Hal ini pun dijelaskan Anita Wahid, menurutnya dalam ruang digital, masyarakat akan berinteraksi dengan netizen lainnya.

“Oleh sebab itu, netiket atau interaksi dalam ruang digital sebenarnya sama pentingnya dengan etika di ruang nyata. Bagaimana kita beretika di ruang digital itu harus selaras dengan bagaimana kta beretika sehari-hari,” ujarnya.

Netiket, menurut Anita, akan menunjukkan siapa diri masyarakat yang sebenarnya di ruang digital. Oleh karena itu, menjadi hal yang penting untuk dapat bernetiket dalam dunia digital. Bernetiket baik, lanjut Anita, sangatlah sederhana.

Hal ini dijabarkan dalam tiga prinsip, yaitu yang pertama, masyarakat harus selalu menjunjung tinggi prinsip ‘memanusiakan manusia lain’. “Artinya kita perlu memperlakukan orang lain di ruang digital sama dengan kita ingin diperlakukan oleh pengguna internet lainnya,” ucapnya.

Dengan menjalankan prinsip ini, Anita berharap masyarakat dapat menjadi pribadi yang mampu menjaga privasi dan menghormati orang lain. Kemudian, mampu melontarkan kritik berdasar substansi, bukan mengumbar kebencian.

Prinsip kedua, jaga diri dan jaga orang lain. Prinsip ini dimaknai Anita agar tidak mengumbar hal -hal pribadi yang sebenarnya orang lain tidak perlu tahu, misalnya data pribadi, masalah pribadi, pembicaraan privat hingga mengumbar data pribadi orang lain. “Jangan sampai terjadi, karena doxing itu perilaku sangat jahat,” katanya.

Ketiga, sadar akan adanya konsekuensi. Dia menegaskan, orang yang bijak tahu bahwa semua tindakan pastinya memiliki dampak. “Jadi kalau kita tidak beretika, ada pihak yang dirugikan, ada yang terlukai, tersakiti hingga merusak nama baiknya,” katanya.

Bahkan menurutnya semakin banyak orang yang tidak beretika, maka ruang digital akan menjadi ruang beracun, karena pengguna internet akan saling menghancurkan satu sama lain. “Ini akan berdampak pada pandangan dunia internasional terhadap kita sebagai bangsa,” ucapnya.

Tak jauh berbeda, aktris Yuki Kato pun menyampaikan hal senada soal pentingnya netiket dalam ruang digital. Sebab, menurutnya dunia internet sangatlah luas, apa yang diunggah di internet, akan selalu tertinggal menjadi jejak selamanya.

Oleh karena itu, menurut Yuki, penting untuk memutuskan dengan bijak konten apa saja yang perlu diunggah ke internet. Hal ini dinilai Yuki berkaitan erat dengan netiket, yaitu bagaimana beretika yang baik dan enar dalam ruang digital.

Terlebih, menurut aktris yang satu ini, masyarakat sudah diajarkan beretika yang baik sesama manusia sedari kecil. Jadi, etika dasar yang sudah diterapkan di rumah, seharusnya bisa diterapkan juga di ruang digital.

“Menurut aku, netiket itu perilaku kita sebagai netizen di sosial media, bukan hanya content creator. Setiap manusai harus mempunyai etika yang baik dimana pun kita berada. Walaupun di sosial media,” ucap Yuki Kato.

Seperti diketahui, ruang digital menyajikan layanan yang begitu luas. Tak hanya media sosial, tetapi juga layanan hiburan, edukasi, pekerjaan, transaksi keuangan, hingga belanja online. Terkait hal tersebut, Jimmy Jeremia mengungkapkan pendapatnya terkait pentingnya beretika yang baik dalam bertransaksi online di dunia digital dengan bijak.

“Hebatnya era digital saat ini, sangat memudahkan penjual maupun pembeli hanya tinggal bertransaksi dalam sekali klik,” ujarnya.

Dari sisi penjual, menurut Jimmy, terdapat dua poin yang perlu dicatat. Pertama, yaitu reputasi, di mana selain kualitas produk yang harus dikedepankan, tetapi penjual juga harus menyajikan informasi yang jelas tentang produk yang dijual, sehingga pembeli merasa puas.

Kedua, bagaimana penjual dapat merahasiakan data pelanggan. Semua data pelanggan sehaursnya dapat dijaga kerahasiaannya, tidak boleh disalahgunakan, sebab ada hukum yang mengaturnya.

Sementara itu, pembeli seharusnya memperhatikan waktu-waktu tertentu dalam bertransaksi. Kemudian jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan lalu memutuskan untuk membeli sesuatu secara terburu-buru. Lalu, sampaikanlah komplain sesuai degan prosedur, alih-alih langsung memberikan ulasan buruk secara sepihak.

Tak jauh berbeda, Teddy Tee pun menerapkan strategi tertentu dalam menggawangi industri keuangan, khususnya platform financial technology seperti Motion Bank, Motion Trade, hingga Motion Pay. Dirinya mengaku, transformasi digital membuatnya memiliki kesempatan lebih besar untuk menjangkau nasabah, seperti melalui beragam media sosial.

“Setiap konten yang disajikan, akan kita sesuaikan dengan pemirsa dalam media sosial tersebut. Jadi, kalua kita lihat konten di YouTube akan berbeda dengan konten di Instagram ataupun Twitter,” katanya.

Sementara itu, dari sisi ranah hiburan, Titan Hermawan pun mencoba menjelaskan soal beberapa strategi agar karya sinema dapat memberikan kesan yang tak hanya informatif, tetapi juga menghibur masyarakat. Hal ini dijabarkan Titan dengan salah satu karya MNC Pictures yang kini tengah viral di tengah masyarakat, yaitu sinetron Ikatan Cinta.

Dalam membuat produk sinema apapun, Titan mengaku selalu mematuhi pedoman dan aturan yang ada, sehingga ketika karya sinema menjadi viral, hal itu sudah berada apda koridor yang aman. “Sepanjang materi yang dikeluarkan sudah bagus, maka impact-nya ke depan akan menjadi baik,” tuturnya.

Seperti diketahui, beragam konten yang ada dalam ruang digital tentunya harus disajikan dengan pertimbangan tertentu. Hal itulah yang membuat netiket menjadi hal penting dalam berselancar di ruang digital. Sebab etika yang ada di ruang digital sama dengan etika yang diterapkan di ruang nyata.

Harapannya, Live Webi+ dapat turut berpartisipasi untuk memperluas wawasan masyarakat akan literasi digital yang baik. Hal ini agar pengguna internet dapat bersama-sama membuat ruang digital menjadi ruang yang menyenangkan dan informatif bagi masyarakat.

(CM)

Editor: Rizqa Leony Putri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut