Kepala BMKG Sebut Pengurangan Risiko Bencana Belum Maksimal, Ini Sebabnya
“Saya rasa tidak berlebihan jika kami berharap apa yang telah didahului PDI Perjuangan ini bisa menjadi percontohan bagi parpol lain agar bisa ikut mengedukasi masyarakat perihal bencana. Jadi, partai tidak hanya menjalankan fungsi dalam pendidikan politik saja, namun juga pendidikan kebencanaan,” tuturnya.
Apabila makin banyak parpol yang peduli terhadap aksi nyata dalam pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, maka akan semakin banyak pula kepala daerah yang mampraktikkan/menerapkan atau mengarus utamakan spirit dan aksi nyata pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan tersebut di seluruh program pembangunan daerah. Hal tersebut tentunya dapat mengakselerasi terwujudnya budaya waspada, siap untuk selamat dan sejahtera di daerah rawan bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Megawati Soekarnoputri juga turut melaunching Sistem Peringatan Dini Multi-Bahaya Geo-hidrometeorologi, sekaligus meresmikan "Command Center" yang merelay data dan informasi dari sistem milik BMKG tersebut. Harapannya, sinergitas, koneksitas, dan kolaborasi yang dilakukan PDI Perjuangan dan BMKG bisa semakin meminimalisasi risiko bencana di Indonesia.
Selanjutnya Deputi Bidang Instrumentasi, Kalibrasi, Rekayasa dan Jaringan Komunikasi, Suko Prayitno Adi, menerangkan sejumlah kelebihan yang dimiliki Sistem Peringatan Dini Multi Bahaya Geo-Hidrometeorologi yang dimiliki BMKG. Di antaranya, impelementasi yang mudah dan murah, memuat informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika dalam satu aplikasi, dan interaktif serta dapat difungsikan sebagai media koordinasi digital.
Selain itu, lanjut dia, sistem peringatan dini ini juga multi platform, dapat diintegrasikan dengan media sosial dan messaging system, dan dapat di kustomisasi sesuai kebutuhan pengguna dan berdasarkan lokasi.