Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : In Memoriam Try Sutrisno: Jejak Pemikiran dan Pengabdian Negarawan Penjaga Pancasila
Advertisement . Scroll to see content

Kepala BPIP : Budayakan Nilai Pancasila Bagian dari Bela Negara

Selasa, 15 September 2020 - 19:45:00 WIB
Kepala BPIP : Budayakan Nilai Pancasila Bagian dari Bela Negara
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi di acara Pelatihan Kepemimpinan Administrator Kementerian PUPR Angkatan III Tahun 2020 di Balai Pengembangan Kompetensi PUPR di Yogyakarta, Selasa (15/9/2020). (Foto: BPIP).
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.id - Negara dinilai bukan entitas yang ajeg tanpa perubahan. Berhadapan dengan beragam tantangan internal dan eksternal, negara bisa berubah batas-batas wilayahnya, bahkan bubar seperti negara adidaya Uni Soviet di masa lalu.

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengatakan, semua warga negara berhak dan wajib turut serta dalam upaya bela negara. Menerima dan membudayakan nilai-nilai Pancasila di pemerintahan merupakan bagian dari bela negara di lingkungan birokrasi.

“Fakta Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika mampu mempersatukan ribuan suku bangsa Indonesia dengan ratusan bahasa membuktikan Pancasila sebagai mukijzat yang patut disyukuri dan dipertahankan oleh birokrat. Birokrat tidak boleh mendustakan nikmat terbesar ini dengan coba-coba menggantinya dengan ideologi lain,” ujar Yudian di acara Pelatihan Kepemimpinan Administrator Kementerian PUPR Angkatan III Tahun 2020 di Balai Pengembangan Kompetensi PUPR di Yogyakarta, Selasa (15/9/2020).

Menurutnya, tantangan bangsa semakin kompleks akibat perubahan geopolitik dunia dan perubahan sosial di dalam negeri. Tantangan geopolitik tersebut, kata dia pertarungan atas batas wilayah di Laut China Selatan, berubahnya batas wilayah akibat perubahan iklim yang menenggelamkan pulau-pulau terluar, ideologi Islam transnasional dan resesi global akibat pandemi Covid-19.

Dia menuturkan, bangsa juga menghadapi tantangan internal dalam bentuk masih tingginya angka kesenjangan sosial, menguatnya eksklusivisme beragama yang mengancam keberagaman, dan merebaknya berita hoaks.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut