Kepala KPPG Surabaya Dicopot, Amran Tawarkan Jabatan Baru di Kementan
JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menawarkan posisi baru kepada Koordinator Wilayah Kantor Pelayanan Pemenuhan Kebutuhan Gizi (KPPG) Surabaya Tiara Devi di Kementerian Pertanian (Kementan). Sebelumnya, Tiara dicopot dari jabatannya usai tak menyerap telur peternak di wilayahnya.
Menurut Amran, pencopotan Tiara bukan keputusan Kementan, melainkan Badan Gizi Nasional (BGN). Dia mengaku sempat menyetujui keputusan tersebut setelah menerima informasi mengenai pemberhentian Tiara.
"Kami kan tidak kenal, tapi yang menentukan dia berhentikan adalah Badan Gizi Nasional, BGN, kepala BGN. Nah mereka, Pak Menteri, kita berhentikan. Oh ya, kami setuju," ucap Amran dijumpai di di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan (13/8/2026).
Namun, setelah mengetahui Tiara sedang hamil muda, Amran mengaku prihatin. Dia kemudian menawarkan posisi lain di lingkungan Kementan dengan gaji dan tunjangan kinerja lebih tinggi.
"Kamu berkantor di Kementerian (Pertanian) bagian administrasi, jabatannya sama, gajinya bisa lebih tinggi, tukinnya. Kami tawarkan di sini," tutur Amran.
Amran menegaskan tawaran tersebut bukan hukuman maupun bentuk diskriminasi terhadap Tiara karena dia perempuan. Menurut dia, posisi baru tersebut justru dapat menjadi bentuk promosi.
"Jadi bukan dihukum, tetapi, nah saya dengan spontan, tolong cari yang kuat. Tapi terserah laki atau perempuan. Jadi tidak ada masalah di situ membuktikan bahwa saya tidak ada diskriminasi, kami mau di sini berkantor. Dengan jabatan sama, bahkan promosi," ungkap Amran.
Di sisi lain, Komisi Nasional (Komnas) Perempuan menyatakan tidak menemukan unsur diskriminasi terhadap perempuan dalam persoalan pencopotan Tiara Devi.
Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfa mengatakan pihaknya telah melakukan konfirmasi dan klarifikasi langsung kepada Amran terkait persoalan tersebut. Berdasarkan hasil klarifikasi, Komnas Perempuan menilai persoalan itu telah selesai.
"Hari ini kami sudah mengkonfirmasi, mengklarifikasi terkait dengan pernyataan beliau dan alhamdulillah clear, sudah tidak ada lagi yang perlu kita perdebatkan," kata Maria.
Editor: Puti Aini Yasmin