Kesaksian Warga Depok Dengar Dentuman Misterius Sabtu Dini Hari

Muhammad Fida Ul Haq ยท Sabtu, 11 April 2020 - 10:56 WIB
Kesaksian Warga Depok Dengar Dentuman Misterius Sabtu Dini Hari

Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda meletus pada Jumat (10/4/2020) pukul 22.35 WIB.

JAKARTA, iNews.id - Warga di Jakarta, Depok, dan Bogor, Sabtu (11/4/2020) dikejutkan suara dentuman hingga menggetarkan kaca-kaca rumah. Hingga kini, belum diketahui pasti asal suara dentuman itu.

Suara dentuman Sabtu (11/4) dini hari juga didengar sejumlah warga di kelurahan Cinangka, Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Agus, warga Kelurahan Cinangka, mendengar suara seperti dentuman hingga beberapa kali pada pukul 01.30 WIB dini hari.

"Saya denger suara dentuman karena dibangunkan istri. Suaranya terdengar beberapa kali awalnya besar kemudian lama lama mengecil," tutur Agus kepada iNews.id, Sabtu (11/4/2020).

Suara dentuman membuat warga was-was. Pasalnya, di waktu yang hampir bersamaan, Gunung Anak Krakatau meletus.

"Iya sempat was was, makanya semalam setelah bangun saya tetap terjaga, takut terjadi apa-apa," ujar Agus.

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) menyebut suara dentuman yang ramai dibahas di media sosial bukan berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Saya sudah konfirmasi petugas pos pengamatan, mereka tidak mendengar karena letusannya juga kecil," kata Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Hendra Gunawan dihubungi di Jakarta.

Menurutnya, erupsi gunung yang terletak di Selat Sunda dalam wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung itu hanya mengeluarkan semburan ketinggian berkisar 500 meter.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono memastikan dentuman tidak bersumber dari aktivitas  gempa tektonik. Tadi malam  tidak terdeteksi adanya gempa di sekitar DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

"Terkait suara dentuman yang beberapa kali terdengar dan membuat resah masyarakat Jabodetabek, maka sejak tadi malam hingga pagi hari ini pukul 06.00 WIB hasil monitoring BMKG menunjukkan tidak terjadi aktivitas gempa tektonik yang kekuatannya signifikan di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Prov. Banten, " kata Rahmat.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq