Keterbatasan Ekonomi, Pelajar SMK di Samarinda Meninggal Dunia karena Sepatu Kekecilan
Ibu korban, Ratnasari mengaku anaknya awalnya hanya mengeluhkan sakit ringan. Setelah sekitar tiga minggu, pembengkakan mulai terlihat dan kondisi korban terus memburuk.
Meski sakit, Mandala tetap menjalani aktivitas seperti biasa dan baru beristirahat saat waktu istirahat magang. "Sepatunya saya kasih dari waktu baru awal masuk sekolah (kelas 1)," ujar Ratnasari di rumah duka.
Sehari sebelum meninggal, kondisinya dilaporkan semakin memburuk hingga sempat mendapat penanganan di klinik setempat akibat pembengkakan pada kaki.
Namun keesokan harinya, Mandala meninggal dunia. Sebelum wafat, dia sempat menyampaikan keinginan terakhir untuk memiliki sepatu baru yang belum sempat terpenuhi.
Pihak sekolah turut memberikan perhatian terhadap kasus ini dan membantu proses pemulasaraan serta pemakaman jenazah, termasuk penyediaan ambulans.
Editor: Kurnia Illahi