Kisah Avro Anson RI003, Pesawat yang Dibeli dengan 12 Kg Emas Sumbangan Warga Sumatera
Pemerintah menugaskan Halim ke Sumatera dan diangkat sebagai pejabat AURI di Komandemen Tentara Sumatera. Selama melaksankan tugas, Halim berhasil menjalin kerja sama dengan Panglima Tentara dan masyarakat di Sumatera. Bahkan, dia berhasil menghimpun dana mengumpulkan emas dari rakyat untuk kemudian digunakan membeli pesawat.
Salah satu bukti hasil pengumpulan dana adalah dengan berhasil dibelinya sebuah pesawat Avro Anson dengan registrasi VH-BBY. Pesawat itu dibeli dengan harga 12 kg emas murni yang kemudian diberi nomor registrasi RI-003.
Pesawat diterbangkan sendiri oleh pemiliknya dari Songkhla, Siam Selatan langsung ke Bukittinggi setelah ada 'clearance' dari perwakilan AURI di Singapura. Dengan demikian pesawat itu menjadi milik AU, dan nomor registrasi diganti menjadi RI-003.
Setelah pesawat tiba di Bukittinggi, Iswahyudi mengadakan percobaan terbang dan berhasil dengan baik. Sesudah itu, bersama dengan Halim Perdanakusuma dia berangkat ke Bangkok untuk mengantarkan kembali Keegan.
Hal ini sesuai dengan perjanjian sebelumnya. Selain mengantarkan Keegan, mereka mendapat tugas pula untuk mengadakan kontak dengan pedagang-pedagang Singapura dalam rangka membeli senjata yang akan dibawa ke Tanah Air lewat Singapura.