Kisah Sintong Panjaitan Dihardik Sarwo Edhie Wibowo: Kau Laporan yang Benar!

Riezky Maulana ยท Minggu, 20 Juni 2021 - 21:21:00 WIB
Kisah Sintong Panjaitan Dihardik Sarwo Edhie Wibowo: Kau Laporan yang Benar!
Letjen TNI (Purn) Sintong Panjaitan. (Foto: Puspen TNI).

JAKARTA, iNews.id – Operasi penyerbuan pasukan RPKAD (kini Kopassus) ke gedung Radio Republik Indonesia (RRI) yang dikuasai PKI menjadi pengalaman tersendiri bagi Letjen TNI (Purn) Sintong Panjaitan. Gara-gara operasi itu dia ditegur Komandan RPKAD Sarwo Edhi Wibowo.

Kisah ini terjadi pada 1 Oktober 1965. Sintong yang kala itu berpangkat Letda semestinya diterjunkan ke Kuching, Malaysia untuk melakukan operasi tempur. Dia tergabung dalam kompi Lettu Inf Feisal Tanjung.

Namun mendadak penerjunan itu dibatalkan. Kompi Feisal Tanjung dikembalikan sebagai pasukan regular dan akan dilibatkan pada operasi penumpasan G30 S/PKI.

Komandan RPKAD Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo. (Foto: Ist).
Komandan RPKAD Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo. (Foto: Ist).

Malam sebelumnya terjadi peristiwa berdarah yakni penculikan para jenderal TNI AD. Pagi itu di Jakarta suasana masih mencekam. 

Sintong selanjutnya diberikan tugas baru untuk merebut RRI dan kantor Telkom yang dikuasai PKI.

Setelah jam ditentukan, Sintong dan pasukannya bergerak cepat masuk RRI. Sempat terjadi baku tembak sebentar. Namun sejumlah orang pro PKI lantas mundur.

“Setelah mereka mundur, kami masuk ke dalam. Kami lalu tangkap semua orang termasuk kru-kru radio di dalam,” kata Sintong dalam podcast yang diunggah di akun Youtube Puspen TNI, dikutip Minggu (20/6/2021).

Pasukan Korps Baret Merah atau Kopassus. (Foto: Penkopassus).
Pasukan Korps Baret Merah atau Kopassus. (Foto: Ilustrasi/Penkopassus).

Dengan telah dikuasainya RRI, Sintong pun melapor ke atasannya, Lettu Feisal Tanjung dan Komandan RPKAD Kolonel Sarwo Edhie Wibowo. Namun anehnya, kata Sintong, Sarwo Edhie justru menegur keras.

“Kau harus laporan yang benar,” kata Sintong. Semula dia bingung karena merasa telah berhasil merebut RRI.

Belakangan diketahui pangkal hardikan Sarwo Edhie ternyata gara-gara siaran PKI masih terus berkumandang dari radio. Setelah ditelisik diketahuilah tape recorder siaran itu masih berputar. 

Editor : Zen Teguh

Halaman : 1 2