Kisah Sniper Kopassus Tembak Rekan-Rekannya di Timika Papua, Diduga Derita Gangguan Jiwa

Sindonews ยท Minggu, 09 Januari 2022 - 09:34:00 WIB
Kisah Sniper Kopassus Tembak Rekan-Rekannya di Timika Papua, Diduga Derita Gangguan Jiwa
Kisah sniper Kopassus di Timika, Papua yang menembak rekan-rekannya jelang pembebasan sandera OPM. (Foto: Ilustrasi/SINDOnews)

JAKARTA, iNews.id - Tak banyak masyarakat yang masih mengingat tragedi di Timika, Papua pada 15 April 1996. Peristiwa berdarah terjadi menjelang pembebasan 11 sandera dari Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Saat itu, penembak jitu alias sniper Kopassus TNI AD berusia 36 tahun, Letda (Inf) Sanurip berada di antara prajurit yang diterjunkan dalam pembebasan tersebut. Bahkan saat itu Sanurip berstatus pelatih tembak tempur.

Namun di Bandara Timika, Sanurip malah menembak secara membabi buta menggunakan senapan mesin dan menyasar orang-orang di dekat hanggar pesawat yang dioperasikan tentara. Sebanyak 16 orang tewas yaitu 11 prajurit dan lima warga sipil. Sedangkan 11 orang lainnya terluka.

Kepala Pusat Penerangan ABRI saat itu, Brigjen TNI Amir Syarifudin mengisahkan saat itu Sanurip bangun dari tidurnya dan membuat suara berisik di dalam hanggar pesawat. Sanurip tak terima ditegur rekan-rekannya dan langsung memberondong mereka dengan senapan mesin.

Sanurip kemudian keluar dan menembak siapa saja yang ditemui. Dikabarkan ada sekitar 52 peluru yang dimuntahkan dari senapan mesin yang dipegang Sanurip. Dia pun mendapat tembakan balasan dari prajurit lain di lokasi.

Dia terkena tembakan di bagian kaki. Sanurip segera ditangkap dan dibawa ke Jakarta untuk diperiksa.

Editor : Rizal Bomantama

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda