Ngobrol Bareng Gus Miftah

Kisah Syekh Ali Jaber Tersentuh Bertemu Pengamen Cilik usai Salat di Masjid Sunda Kelapa

Riezky Maulana ยท Kamis, 08 Oktober 2020 - 05:05 WIB

Gus Miftah berbincang dengan pendakwah Syekh Ali Jaber dalam acara Ngobrol Bareng Gus Miftah yang akan disiarkan iNews, Selasa (6/10/2020) pukul 18.30 WIB. (Foto: iNews).

JAKARTA, iNews.id - Pendakwah kondang Syekh Ali Saleh Mommed Ali Jaber tak segan mengakui dirinya jatuh cinta kepada Indonesia. Sebuah pengalaman keluar dari Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, membuatnya terkesan dengan kehidupan masyaraka Tanah Air.

Cerita itu diungkap Syekh Ali Jaber kepada pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah. Hadir sebagai tamu dalam acara “Ngobrol Bareng Gus Miftah” yang disiarkan stasiun televisi iNews, Selasa (6/10/2020) petang, Syek Ali Jaber menuturkan berbagi pengalaman selama berdakwah di Indonesia.

Syekh Ali menuturkan, sejak memutuskan tinggal di Indonesia dirinya tidak pernah mendapatkan perlakuan buruk dari masyarakat. Dia mengaku selalu disambut dan diterima dengan baik di mana pun.

"Sejak saya berada di sini (Indonesia), enggak pernah saya menghadapi masalah. Akhlak orang Indonesia itu luar biasa," ujarnya Selasa (6/10/2020).

Ulama kelahiran Madinah, Arab Saudi ini mengaku banyak sekali kejadian berkesan. Salah satunya ketika awal-awal datang ke Indonesia dan melaksanakan salat di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat.

Saat pulang ke tempat penginapan, taksi yang ditumpanginya berhenti di lampu merah. Ketika itu dia melihat banyak anak-anak kecil yang mengamen. Mereka bernyanyi dari satu mobil ke mobil lainnya.

Awalnya, kata Syekh Ali, anak-anak tersebut menyanyikan lagu-lagu berbahasa Indonesia. Ketika sampai pada taksi yang ditumpanginya, pengamen cilik itu menyanyikan lagu berbahasa Arab berjudul Tala'a Al-Badru 'Alayna.

"Karena mungkin ada orang yang melihat saya dengan betul, fokus, dia bilang 'eh-eh ini orang Arab' langsung nyanyi Tala’a badru," ucap, kemudian tertawa.

Syekh Ali menyebut pengalaman itu luar biasa dan menjadi salah satu hal yang berkesan baginya selama di Indonesia. Dia kembali memuji sikap orang Indonesia.

"Dia aja belum kenal langsung kayak gitu, bagaimana kalau sudah kenal," tuturnya.

Dia pun bersyukur ketika berkeliling Indonesia untuk berceramah tidak pernah mendapatkan penolakan atau gangguan. Insiden pertama yang dialaminya yakni penusukan di Lampung beberapa waktu lalu.

"Alhamdulillah enggak pernah mendapatkan tantangan (hambatan). Misalnya mengisi di mana, diundang ke mana, enggak pernah ditolak atau diusir. Justru saya mendapatkan sambutan, termasuk dari seluruh kalangan NU, dari kalangan kiai di Jawa Timur. Alhamdulillah ini merupakan hadiah yang amat besar," ucapnya.

"Semakin lama di Indonesia, semakin lama juga saya jatuh cinta," tuturnya.

Editor : Zen Teguh