Komisi IX DPR Dukung Pemerintah segera Perbaiki Sistem Pendataan Kasus Kematian Covid-19
Pemerintah diingatkan laporan angka kematian merupakan dasar penilaian performa sehingga jika dihilangkan, akan muncul ketidakjelasan di tengah masyarakat. Saleh juga khawatir masyarakat akan mulai abai jika tidak mengetahui indikator kematian, dan pada akhirnya kasus covid-19 kembali mengalami lonjakan.
“Di Indonesia, data memang selalu bermasalah. Tidak hanya soal data kematian akibat covid-19, data-data lain pun sering bermasalah,” ujarnya.
Saleh pun memberi contoh mengenai berbagai permasalahan data yang kerap muncul di Indonesia. Mulai dari data penerima bantuan sosial, penerima BSU, data BPJS Kesehatan yang sempat disebut bocor, bahkan hingga data DPT (daftar pemilih tetap) Pemilu.
"Nah, kalau data-datanya bermasalah seperti itu, apakah bantuan sosialnya dihentikan? BPJS disetop? Pemilu ditunda? Kan tidak. Justru, datanya yang diperbaiki. Kalaupun datanya belum sempurna, kegiatan tetap jalan. Program tetap dilaksanakan,” kata Saleh.
Berdasarkan informasi dari Worldometer, Indonesia telah melaporkan 11.289 kematian karena covid-19 dalam sepekan terakhir. Laporan tersebut membuat Indonesia menduduki peringkat pertama negara dengan jumlah korban meninggal covid-19 terbanyak untuk saat ini.
Hingga 13 Agustus 2021, total kasus Covid di Indonesia sejak pandemi terjadi pada Maret 2020 telah mencapai mencapai 3.804.943 kasus. Pasien yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 3.289.718 orang, kemudian kasus kematian berjumlah 115.096 orang. Sisanya sedang menjalani perawatan atau isolasi mandiri.
Editor: Rizal Bomantama