Komisi X DPR Ingatkan Kemendikbud Libatkan Pakar Dalam Menyusun Buku Pelajaran

Carlos Roy Fajarta ยท Sabtu, 30 Juli 2022 - 07:41:00 WIB
Komisi X DPR Ingatkan Kemendikbud Libatkan Pakar Dalam Menyusun Buku Pelajaran
Anggota Komisi X DPR, Andreas Hugo Pareira. (Foto: Instagram @andreaspareira)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menarik buku cetak Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) SMP untuk direvisi lantaran ada kesalahan materi. Komisi X DPR mengingatkan Kemendikbudristek untuk cermat dan berhati-hati dalam menyusun materi buku-buku pelajaran sekolah. 

Kesalahan materi dari buku PPKn SMP kelas 7 ini ramai disorot di media sosial hingga membuat sejumlah pihak melontarkan protes.

“DPR menyayangkan sekaligus mengingatkan Kemendikbudristek untuk selektif dalam menentukan penulis buku, apapun jenis bukunya, terutama yang akan menjadi pegangan wajib bagi siswa,” kata Anggota Komisi X DPR, Andreas Hugo Pareira, Sabtu (30/7/2022).

Komisi di DPR yang membidangi urusan pendidikan ini meminta Kemendikbudristek melibatkan pakar dari berbagai latar belakang untuk setiap penyusunan materi pembelajaran. Hal ini, kata Andreas guna menghindari terjadinya kekeliruan materi di buku pelajaran sekolah.

“Khusus menyangkut agama, sebaiknya melibatkan penulis yang benar-benar mempunyai keahlian dalam agama dan sebaiknya dari agama yang sama dengan bidang keagamaan yang ditulis.Ini untuk menghindari ketidakpahaman yang memicu kecurigaan antar-pemeluk agama,” ucap Andreas.

Legislator dari Dapil NTT I itu pun mengingatkan penyusunan buku pelajaran harus melalui proses verifikasi sebelum resmi diedarkan. Andreas mengungkap buku pelajaran tidak boleh asal dibuat karena bisa berdampak fatal.

“Menulis tentang agama sebaiknya juga tidak menyangkut dogma dalam agama tetapi lebih menyangkut pemahaman informasi umum tentang agama tertentu,” ujarnya.

Editor : Rizal Bomantama

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda