Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sutradara Erza Pastikan Syuting Film Tetap Lanjut meski Diterpa Dugaan Pelecehan Seksual
Advertisement . Scroll to see content

Konsisten Kawal Kasus Predator Seksual, Partai Perindo: Bukti Keberpihakan pada Masalah Sosial

Selasa, 08 November 2022 - 19:50:00 WIB
Konsisten Kawal Kasus Predator Seksual, Partai Perindo: Bukti Keberpihakan pada Masalah Sosial
Partai Perindo dan RPA Perindo konsisten mengawal kasus kekerasan seksual. (Foto: MPI/Faisal Rahman)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Perindo Tama S Langkun Tama S Langkun menyebut Partai Perindo konsisten mengawal kasus kekerasan seksual. Hal itu merupakan bentuk keberpihakan Partai Perindo terhadap masalah-masalah sosial.

Tama menjelaskan hal itu usai majelis hakim memvonis terdakwa kasus pemerkosaan di bawah umur bernama Moh Ridwan Mubarok dengan 12 tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Perindo konsisten mendampingi korban kasus tersebut. 

"Ini adalah bentuk komitmen dari Partai Perindo untuk terlibat dan kemudian juga memberikan dukungan dan keberpihakan kepada masyarakat terkait dengan isu-isu sosial dan masalah-masalah sosial. Jadi enggak cuma ekonomi, tapi juga masalah hukum," ujar Tama dalam konferens pers di Kantor RPA Perindo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/11/2022).

Tama turut mengapresiasi seluruh instansi penegak hukum yang telah bekerja sama dengan korban maupun Perindo untuk bersama-sama menghukum pelaku seberat-beratnya. 

"Ada penyidik di sana, ada Jaksa, termasuk dengan Majelis Hakim yang kemudian dalam penanganannya kooperatif kepada korban kemudian sangat informatif. Lalu juga memprioritaskan kepentingan korban dan juga memberikan keputusan yang seadil-adilnya," tuturnya. 

Kendati demikian, kata Tama, ada beberapa hal yang dirasa masih perlu dijunjung tinggi. Salah satunya terkait kerugian yang telah didapatkan oleh korban kekerasan seksual itu sendiri. 

"Kerugian-kerugian yang korban derita itu harusnya juga masuk dalam tuntutan tapi dalam kasus ini itu belum terjadi. Mudah-mudahan itu jadi pelajaran dan ini akan kita coba upayakan juga ke depan," ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut