Koopssus TNI Simulasi Tanggulangi Teroris Pembawa Senjata Biologi

Riezky Maulana ยท Selasa, 11 Agustus 2020 - 16:41 WIB
Koopssus TNI Simulasi Tanggulangi Teroris Pembawa Senjata Biologi

Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI menggelar latihan penanggulangan terorisme, Selasa (11/8/2020). (Foto: Puspen TNI).

JAKARTA, iNews.id - Komando Operasi Khusus TNI menggelar latihan penanggulangan terorisme di PT Indonesia Power Provinsi Banten. Latihan ini melibatkan Satuan Penanggulangan Terorisme (Satgultor) TNI terdiri atas Sat-81 Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL dan Satbravo-90 Paskhas TNI AU.

Dalam latihan ini disimulasikan kelompok teroris beraksi dengan menggunakan ancaman senjata biologi termasuk memanfaatkan virus corona (Covid-19). Aksi teroris dilaksanakan pada saat pandemi sedang terjadi.

Latihan ini juga melibatkan Kompi Nubika Pusziad yang memiliki kemampuan Dekontaminasi terhadap personel maupun ruangan/tempat serta alat-peralatan yang digunakan baik oleh teroris maupun Satgultor TNI.

Latihan ini dilaksanakan dalam dua tahap yaitu Geladi Posko dan Lapangan. Geladi Posko dilaksanakan selama dua hari (5 dan 6 Agustus 2020) di Mako Koopssus TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. Sementara tahap kedua yaitu Geladi Lapangan pada 10-11 Agustus 2020 di Dermaga Pelabuhan Indah Kiat Cilegon, Banten.

Latihan Satgultor TNI dipimpin langsung oleh Komandan Koopssus TNI Mayjen TNI Richard TH Tampubolon yang juga bertindak sebagai direktur latihan. Latihan ini mengangkat tema “Satgultor TNI Melaksanakan Penanggulangan Aksi Terorisme Dalam Masa Pandemi Covid-19 Untuk Lumpuhkan Dan Hancurkan Kelompok Teroris Guna Memelihara Stabilitas Keamanan di Wilayah DKI Jakarta, Banten dan Sekitarnya dalam rangka Mendukung Tugas Pokok TNI”.

Koopsus TNI

“Latihan ini bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan Satgultor TNI dan melaksanakan operasi penanggulangan terorisme dalam rangka menghadapi kemungkinan ancaman terorisme, khususnya teroris yang melakukan aksinya dengan menggunakan senjata biologi maupun saat terjadi pandemi Covid-19,” tutur Richard, Selasa (11/8/2020).

Mantan wadanjen Kopassus ini menerangkan, latihan ini juga merupakan wujud tanggung jawab TNI untuk memberikan jaminan keamanan pada setiap saat, setiap tempat dan keadaan bagaimanapun juga. Satuan Penanggulangan Teror TNI akan terus berlatih dan mengasah kemampuannya guna siap siaga setiap saat.

Richard menegaskan, Koopssus TNI tidak akan membiarkan aksi terorisme menghantui dan mengancam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan daya tangkal serta kecepatan bertindak dalam menanggulangi terjadinya aksi terorisme, sehingga Koopssus TNI siap setiap saat dalam memenuhi setiap panggilan tugas.

Editor : Zen Teguh