Korban Meninggal akibat Gempa Banten Bertambah Jadi Lima, Satu karena Panik

Ilma De Sabrini ยท Sabtu, 03 Agustus 2019 - 18:53 WIB
Korban Meninggal akibat Gempa Banten Bertambah Jadi Lima, Satu karena Panik

Plh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BPNB Agus Wibowo. (Foto: iNews.id/Ilma de Sabrini)

JAKARTA, iNews.id - Korban meninggal dunia akibat gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,9 di Banten terus bertambah. Sebelumnya, jumlah korban meninggal bukan karena tertimpa bangunan yang ambruk, berjumlah empat orang.

Plh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BPNB Agus Wibowo mengatakan, satu korban itu bernama Sa'in yang berusia 40 tahun. Korban beralamat di Desa Ujung Jaya, Kecamatan Sumur.

"Korban mengalami kepanikan di kebun saat gempa bumi," katanya di Jakarta, Sabtu (3/8/2019).

BACA JUGA:

BPNB: 4 Warga Meninggal Bukan karena Tertimpa Bangunan saat Gempa Banten

Kepala BNPB Kaget Warga Pandeglang Belum Pernah Ikut Simulasi Bencana

BNPB Catat 7 Rumah Rusak Berat akibat Gempa M 6,9 di Banten

Sebelumnya, empat korban yang meninggal dunia, dua berada di Kabupaten Lebak, Banten dan sisanya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. "Di Lebak atas nama Rusinah 48 tahun. Beliau meninggal karena serangan jantung dan Salman 95 tahun meninggal karena kelelahan. Di Sukabumi ada dua juga, atas nama Ajay 58 tahun, dan Riyani 35 tahun," ujar Agus.

Gempa tersebut juga mengakibatkan sejumlah rumah milik warga rusak, mulai dari rusak ringan hingga berat. Agus menyebut ada ratusan rumah yang terdampak. Sebanyak 1.050 warga di wilayah terdampak gempa mengungsi

"Kerusakan rumah 223 unit. Itu 13 rumah rusak berat, 32 rusak sedang, dan 178 rusak ringan. Kerusakan bangunan ini ada yang di Provinsi Jawa Barat dan Banten," kata Agus.

BNPB juga mencatat terdapat empat fasilitas peribadatan, satu kantor, dan dua fasilitas pendidikan rusak ringan akibat gempa.

Gempa bumi magnitudo 6,9 mengguncang Banten pada Jumat (2/8/2019) pukul 19.03 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 7,32 LS dan 104,75 BT atau berlokasi di laut pada jarak 164 km arah barat daya Pandeglang, pada kedalaman 48 km. BMKG mengakhiri peringatan dini potensi tsunami pada pukul 21.41 WIB.

BNPB menyatakan, kondisi termutakhir di wilayah-wilayah terdampak gempa situasi berangsur normal. Pengungsi telah kembali ke rumah masing–masing.


Editor : Djibril Muhammad