Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Relawan Prabowo: Penanganan Kasus Febrie dan Kematian Sutrimo Bikin Masyarakat Puyeng
Advertisement . Scroll to see content

KPI Laporkan Kematian Sutrimo Orang Dekat Eks Jampidsus Febrie ke Bareskrim

Jumat, 07 Agustus 2026 - 16:16:00 WIB
KPI Laporkan Kematian Sutrimo Orang Dekat Eks Jampidsus Febrie ke Bareskrim
KPI melaporkan dugaan kejanggalan kematian Sutrimo, orang dekat eks Jampidsus Febrie Adriansyah, ke Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (7/8/2026). (Foto: Ari Sandita Murti)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kongres Pemuda Indonesia (KPI) mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan dugaan kejanggalan dalam kematian Sutrimo, orang dekat mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah. KPI menilai terdapat sejumlah hal yang perlu diusut lebih lanjut oleh kepolisian.

"Di sini kita ingin melaporkan dugaan adanya indikasi tidak beres dalam meninggalnya Pak Sutrimo karena harusnya jenazah tidak wajar itu diautopsi, tapi ini tidak diautopsi, itu kan kejanggalan besar. Sudah begitu TKP-nya pun di klinik yang sudah tidak aktif, klinik sudah lama kosong," kata Presiden KPI Sapto Wibowo Sutanto di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Sapto menilai terdapat sejumlah kejanggalan, mulai dari lokasi ditemukannya Sutrimo hingga kondisi jenazah yang disebut mengeluarkan busa dari mulut.

"Lalu, TKP itu sudah susah untuk menyimpulkan, digaris polisi, bahkan untuk mendapatkan bukti-bukti itu sudah diacak-acak begitu. Maka itu, kami meminta agar kalau bisa diautopsi karena pihak keluarga terkesan ketakutan untuk diautopsi," ujarnya.

Menurut Sapto, pihak keluarga hingga kini belum membuat laporan kepada kepolisian terkait kematian Sutrimo. Dia juga mengaku mendapat informasi sempat ada pihak yang meminta agar jenazah tidak diautopsi sebelum dibawa ke kampung halaman untuk dimakamkan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut