KPK Benarkan Febri Diansyah Ajukan Pengunduran Diri

Raka Dwi Novianto ยท Kamis, 24 September 2020 - 13:59 WIB
KPK Benarkan Febri Diansyah Ajukan Pengunduran Diri

Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah memberikan keterangan pers kepada media di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/12/2019). (Foto: iNews.id/Riezky Maulana).

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membenarkan informasi yang menyebutkan Febri Diansyah mengajukan pengunduran diri. Febri terakhir menjabat kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) KPK.

Hal itu dibenarkan Pelaksana Tugas (Plt) Juru bicara KPK Ali Fikri usai mengonfirmasi Bagian Biro Sumber Daya Manusia (SDM) dari KPK. "Informasi yang saya terima, Biro SDM telah menerima surat pengunduran diri yang bersangkutan (Febri Diansyah)," katanya di Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Ali mengaku belum mengetahui alasan pasti pengunduran diri mantan jubir KPK era Agus Rahardjo dan kawan-kawan tersebut. "Namun sejauh ini kami belum tahu yang menjadi alasannya," ujarnya.

Sesuai mekanisme di internal KPK, Ali mengungkapkan, pegawai yang mengundurkan diri harus menyampaikan secara tertulis 1 bulan sebelumnya.

Sebelumnya, kabar Febri Diansyah mengundurkan diri dari KPK membuat kaget semua pihak termasuk para pegawai lembaga antikorupsi itu. Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo Harahap tidak bisa menutupi kesedihannya mengenai pengunduran diri Febri Diansyah.

"Untuk lebih lengkapnya bisa ditanyakan ke Mas febri. Saya sedih Mas Febri menyatakan sikapnya mengundurkan diri dari KPK," ujar Yudi saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2020).

Yudi dan pegawai KPK masih berharap Febri Diansyah itu dapat terus bekerja untuk KPK lebih lama lagi. Namun, Yudi menghargai keputusan Febri jika memang ingin mengundurkan diri.

"Sebagai sahabat selama 7 tahun ini saya berharap Mas Febri tetap bekerja di KPK, namun pilihan ada di tangan Mas Febri memang," kata Yudi.

Febri, pria kelahiran 8 Februari 1983 di Padang, Sumatra Barat, juga dikenal sebagai aktivis anti-korupsi Indonesia. Dia sangat vokal dengan isu pemberantasan korupsi dan bergabung dengan LSM yang bergerak di bidang pemantauan pemberantasan korupsi yakni Indonesia Corruption Watch (ICW) pada 2007.

Di ICW, pria tamatan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) 2007 ini pun ditempatkan di bagian program monitoring hukum dan peradilan, dengan tugas memantau jalannya proses peradilan kasus-kasus korupsi di Indonesia.

Editor : Djibril Muhammad