KPK Pecat Pengawal Tahanan Idrus Marham

Okezone, Ilma De Sabrini ยท Selasa, 16 Juli 2019 - 11:36 WIB
KPK Pecat Pengawal Tahanan Idrus Marham

Tahanan kasus suap PLTU Riau-1, Idrus Marham. (Foto: iNews.id/Ilma de Sabrini)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberhentikan secara tidak hormat petugas yang mengawal Idrus Marham. Keputusan diambil setelah Direktorat Pengawas Internal (PI) melakukan pemeriksaan terhadap petugas tersebut terkait dugaan 'pelesiran' atau pelanggaran saat mengawal Idrus Marham berobat di RS MMC pda 21 Juni 2019.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengungkapkan, petugas tersebut berinisial M. Dia diberhentikan secara tidak hormat setelah terbukti melakukan pelanggaran saat mengawal mantan sekretaris jenderal (sekjen) Partai Golkar itu.

"Pimpinan memutuskan Sdr. M, pengawal tahanan tersebut diberhentikan dengan tidak hormat karena terbukti melakukan pelanggaran disiplin sebagaimana yang diatur di Peraturan tentang Kode Etik KPK dan aturan lain yang terkait," katanya di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (16/7/2019).

Febri menuturkan, Direktorat PI KPK memeriksa pihak-pihak yang mengetahui dan menelusuri informasi terkait dugaan 'pelesiran' Idrus Marham. Selain itu juga, Direktorat PI mempelajari bukti-bukti elektronik yang telah didapatkan KPK.

"Direktorat Pengawasan Internal KPK juga menegaskan bahwa dalam pelaksanaan tugasnya terus akan menerapkan prinsip zero tolerance terhadap pelanggaran yang terjadi," ujarnya.

Selain memberikan sanksi terhadap pelanggaran tersebut, Febri menambahkan, pihaknya juga telah melakukan pengetatan terhadap izin berobat para tahanan. Selanjutnya, seluruh pengawal tahanan juga telah dikumpulkan untuk diberikan pengarahan tentang disiplin dan kode etik.

"Hal ini sekaligus sebagai bentuk upaya pencegahan yang dilakukan secara terus menerus," kata mantan aktivis Indonesia Corruption Wacth (ICW).

Sebelumnya, Ombudsman DKI Jakarta menemukan adanya dugaan maladministrasi dalam pengawalan Idrus Marham. Ombudsman menemukan Idrus sedang berada di kawasan Rumah Sakit MMC, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat 21 Juni 2016.

Saat itu, pihak Ombudsman melihat Idrus tidak mengenakan rompi tahanan KPK serta tidak dalam keadaan diborgol. Tak hanya itu, pihak Ombudsman mendapati Idrus sedang menggunakan handphone selama berada di kawasan RS MMC.

Pihak Ombudsman kemudian mempublikasi dan mengklarifikasi terkait dugaan maladministrasi tersebut ke KPK.

Editor : Djibril Muhammad