KPK Serahkan Nurhadi dan Menantu ke Penuntutan

Raka Dwi Novianto ยท Selasa, 29 September 2020 - 17:16 WIB
KPK Serahkan Nurhadi dan Menantu ke Penuntutan

mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi (NHD) dan menantunya Rezky Herbiyono (RHE). (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Berkas perkara kasus dugaan suap dan gratifikasi dengan tersangka mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi (NHD) dan menantunya Rezky Herbiyono (RHE) telah dinyatakan lengkap alias P21. Selanjutnya, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan kedua tersangka kepada jaksa penuntut umum (JPU).

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, selain para tersangka, penyidik juga menyerahkan barang bukti kasus tersebut yang masuk dalam pelimpahan tahap II. "Hari ini Selasa (29/9/2020) Tim Penyidik KPK melaksanakan tahap II (Penyerahan tersangka dan barang bukti) tersangka/terdakwa NHD dan RHE kepada Tim JPU KPK," ujarnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (29/9/2020).

Ali menuturkan, penahanan Nurhadi dan menantunya selanjutnya menjadi kewenangan JPU selama 20 hari terhitung mulai 29 September hingga 18 Oktober 2020. "Untuk tersangka NHD tetap ditahan di Rutan Cabang KPK C1 dan tersangka RHE juga tetap ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih," katanya.

JPU KPK, Ali memaparkan, diberi waktu selama 14 hari kerja untuk segera menyusun surat dakwaan dan melimpahkan berkas perkara kedua tersangka ke Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Jakarta Pusat. "Persidangan diagendakan di PN Tipikor Jakarta Pusat," ucapnya.

Penyidik KPK, menurut Ali, telah memeriksa 167 saksi terkait kasus yang menjerat Nurhadi dan menantunya Rezky. Dalam kasus suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA itu, KPK telah menetapkan tiga tersangka. Ketiga tersangka itu Nurhadi, Rezky Herbiyono dan Hiendra Soenjoto.

Ketiganya sempat dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron karena tiga kali mangkir alias tidak memenuhi pangggilan pemeriksaan KPK. Ketiganya juga telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri. Saat ini, tinggal Hiendra Soenjoto yang belum diamankan.

Dalam perkara ini, Nurhadi dan menantunya Rezky diduga menerima suap dan gratifikasi dengan total Rp46 miliar terkait pengurusan perkara di MA tahun 2011-2016. Terkait kasus suap, Nurhadi dan menantunya diduga menerima uang dari dua pengurusan perkara perdata di MA.

Pertama, melibatkan PT Multicon Indrajaya Terminal melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero). Kemudian, terkait pengurusan perkara perdata sengketa saham di PT MIT dengan menerima Rp33,1 miliar.

Sedangkan mengenai gratifikasi, tersangka Nurhadi melalui menantunya Rezky dalam rentang Oktober 2014 hingga Agustus 2016 diduga menerima sejumlah uang dengan total Rp12,9 miliar. Hal itu terkait penanganan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian.

Editor : Djibril Muhammad