KPK Tiadakan Pemeriksaan Saksi akibat Virus Corona

Rizki Maulana · Kamis, 26 Maret 2020 - 17:49 WIB
KPK Tiadakan Pemeriksaan Saksi akibat Virus Corona

Gedung KPK (dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Di tengah pandemi global virus Corona (Covid-19), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meniadakan pemeriksaan para saksi untuk sementara waktu. Oleh karenanya, KPK akan mengatur ulang jadwal pemeriksaan tersebut.

"Sementara tidak ada, karena ada informasi yang kami terima dari beberapa Tim Satgas Penyidik, adanya perubahan dan penyesuaian jadwal pemeriksaan yang dikonfirmasi oleh saksi-saksinya, oleh karena situasi dan kondisi penyebaran virus covid 19 saat ini," kata Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (26/3/2020).

Ali mengatakan, dia baru bisa mengkonfirmasi jadwal pemeriksaan yang dibatalkan sampai dengan hari Jumat (27/3/2020). Menurutnya, untuk jadwal pemeriksaan di hari berikutnya akan diinformasikan lebih lanjut.

"Kemungkinan sampai hari Jumat besok sejumlah riksa dibatalkan sementara ini, karena wabah corona. Nanti perkembangananya kami infokan ya," katanya.

Sebelumnya diberitakan, KPK telah menerapkan standar operasional (SOP) terbaru bagi para penyidik KPK yang bekerja di lapangan hingga jaksa yang mengantar terdakwa bersidang di tengah pandemi global virus corona. Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron memastikan soal SOP tersebut.

Dia mengatakan, saat menjalani pemeriksaan, semua pegawai KPK telah dibekali bahan-bahan yang dapat membersihkan diri untuk mencegah penularan virus corona. "Kami telah membekali mereka dengan SOP dan bahan-bahan untuk membersihkan diri dari virus corona," ujar Gufron di Jakarta, Senin (23/3/2020).

Bahkan, untuk pemeriksaan saksi dan tersangka oleh penyidik, dia mengungkapkan, KPK telah memberlakukan kebijakan dengan menyediakan dua bilik secara terpisah. Menurut dia, bilik tersebut disiapkan kaca bening dan pengeras suara untuk memudahkan komunikasi antara penyidik dan terperiksa.

"SOP yang dimaksud, misalnya untuk pemeriksaan saksi sekarang tidak lagi di ruang riksa yang lama, namun di tempatkan secara terpisah antara pemeriksa dengan saksi yang dipanggil dibuat secara terpisah, dinding yang tranparan dengan pengeras suara," katanya.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq