KPU Klaim Pemilu 2019 sebagai yang Tersukses dalam Sejarah Indonesia

Riezky Maulana ยท Rabu, 22 Januari 2020 - 14:50 WIB
KPU Klaim Pemilu 2019 sebagai yang Tersukses dalam Sejarah Indonesia

Dari kiri ke kanan: anggota KPU Hasyim Asy'ari, Ketua KPU Arief Budiman, dan anggota KPU Evi Novida Ginting Manik. (Foto: ANTARA)

JAKARTA, iNews.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengklaim Pemilu Serentak 2019 sebagai yang tersukses dalam sejarah Indonesia. Kesimpulan tersebut diperoleh KPU berdasarkan beberapa aspek, antara lain dari segi partisipasi, regulasi, dan kebutuhan logistik terbesar.

Ketua Umum KPU Arief Budiman mengatakan, KPU berhasil mencatatatkan sejarah dengan torehan angka parsipasi sebanyak 81.93 persen. “Ini menjadi yang tertinggi sejak Pemilu 2009. KPU juga sukses mengeluarkan regulasi sebanyak 18 peraturan KPU (PKPU) yang merupakan hasil penjabaran dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017,” kata Arief dalam acara refleksi penyelenggaran Pemilu Serentak 2019 dan Persiapan Penyelenggaraan Pemilihan Serentak 2020 di Gedung KPU, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Dalam menyertakan kebutuhan logistik Pemilu 2019, KPU juga menyediakan dengan jumlah yang besar. Logistik itu berupa 978.471.901 lembar surat suara, 4.134.655 kotak suara, 2.281.776 bilik suara, 96.841.956 keping segel, 3.235.404 botol tinta, dan 56.899.191 lembar sampul. Selain itu, ada pula 62.601.126 keping hologram, 130.746.467.309 buah formulir, dan 1.619.783 alat bantu tuna netra.

“Semuanya sukses kita distribusikan sebelum hari pemungutan suara,” ujar Arief.

Selain itu, dia menyebutkan ada 5.175 orang petugas yang mengalami sakit dan 894 orang meninggal dunia selama pelaksanaan Pemilu 2019. Namun, dia tidak memerinci identitas petugas yang meninggal atau sakit tersebut. “Atas kondisi ini, KPU berinisiatif secara berkesinambungan memberikan santunan kepada ahli waris yang bersangkutan,” ucapnya.

Untuk mencegah kejadian serupa pada pemilu selanjutnya, KPU telah mengusulkan penerapan perhitungan suara secara online. “Kami mengusulkan ada penerapan e-rekap, kemudian membuat salinan surat suara dalam bentuk digital, perbaikan desain bentuk keserentakan dalam pemilu ke depan. Mengalokasikan anggaran untuk dukungan pelaksanaan pemilu di luar negeri pada Kementerian Luar Negeri,” kata Arief.

Untuk menyukseskan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Serentak September 2020, KPU mengajukan anggaran kepada pemerintah dengan jumlah Rp12 miliar. Saat ini, anggaran Pilkada 2020 yang telah ditandatangani pemerintah sekitar Rp9 miliar. Adapun data per 10 Januari 2020, KPU telah menyerahkan dana tersebut ke 223 satuan kerja (satker) dengan mentransfer dana dengan total Rp444 juta.

Turut hadir dalam refleksi ini komisioner KPU lainnya yaitu Evi Novida Ginting Manik dan Hasyim Asy'ari. Selain mereka berdua, hadir juga Pelaksana tugas (Plt) Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Muhammad, dan Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), M Afifuddin.


Editor : Ahmad Islamy Jamil