KSAD: Komponen Cadangan Dibutuhkan untuk Jaga Kedaulatan NKRI

Abdul Rochim ยท Selasa, 02 Juli 2019 - 22:00 WIB
KSAD: Komponen Cadangan Dibutuhkan untuk Jaga Kedaulatan NKRI

KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna, KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji dan KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa (kiri ke kanan) di Round Table Discussion MPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/7/2019). (Foto: Koran SINDO/Yulianto).

JAKARTA, iNews.id, – Salah satu persoalan besar dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah keterbatasan jumlah personel TNI yang tidak sebanding dengan luas wilayah. Untuk menghadapi persoalan ini, diperlukan berbagai terobosan seperti perlunya komponen cadangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa dalam Roundtable Discussion dengan tema “Wilayah Negara dan Pertahanan dan Keamanan Negara Menurut UUD RI Tahun 1945” yang digelar Lembaga Pengkajian MPR di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen Jakarta, Selasa (2/7/2019).

”Bicara menjaga keutuhan dan kedaulatan negara Republik Indonesia, personel TNI masih kurang. Di tengah keterbatasan anggaran kita perlu mencari solusi, yaitu komponen cadangan. Solusi ini masih digunakan negara-negara maju dan negara kaya. Kita mencari terobosan di tengah keterbatasan anggaran,” tutur Andika.

Round Table Discussion di Gedung Nusantara IV Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/7/2019). (Foto: iNew.id/Abdul Rochim).

Dia mencontohkan, saat pengamanan Pemilu 2019, jumlah personel TNI AD sekitar 300.000 orang, sedangkan jumlah TPS mencapai lebih dari 800.000 TPS. Dengan fakta ini, tidak mungkin personel TNI AD mengamankan seluruh TPS.

Karena itu, dia mengungkapkan perlunya terobosan di tengah keterbatasan anggaran yaitu solusi menggunakan komponen cadangan di luar tentara reguler. Solusi ini digunakan negara-negara besar seperti Amerika Serikat (AS). Bahkan, di AS, komponen cadangan melakukan berbagai tugas termasuk tugas tempur di luar negeri.

Selain menggunakan komponen cadangan, Andika menyebutkan untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI juga perlu menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangga dan negara lain. “Kita tidak bermusuhan dengan orang (negara) lain,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji memaparkan beberapa persoalan besar bersifat struktural yang dihadapi oleh TNI Angkatan Laut. Di antaranya persoalan anggaran yang sangat terbatas. Padahal seharusnya TNI AL memerlukan alat sistem persenjataan (alutsista) yang mengikuti perkembangan zaman untuk memperkuat aspek ketahanan.

“Kami mengajukan anggaran untuk tahun 2019 sebesar Rp42,9 triliun, hanya dipenuhi Rp14,3 triliun, atau hanya 33,36 persen,” ujarnya.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna juga mengatakan bahwa TNI AU sangat membutuhkan alutsista untuk pembangunan kekuatan udara. Menurutnya, ancaman yang berpotensi menjadi permasalahan ke depan di antaranya pelanggaran wilayah udara di Kepulauan Riau dan sekitarnya

”Angkatan Udara apabila tidak dilengkapi dengan alutsista tentunya tidak akan bisa optimal dalam menjalankan tugas,” kata dia.

Editor : Zen Teguh