Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Respons Miring Negara Tetangga Terkait Karhutla, Zulkifli Hasan: Indonesia Bisa Marah
Advertisement . Scroll to see content

Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, Menkes Budi: Tabung Oksigen Jangan Cuma Dipajang!

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:12:00 WIB
Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, Menkes Budi: Tabung Oksigen Jangan Cuma Dipajang!
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan tabung oksigen di puskesmas harus berfungsi dengan baik dan siap digunakan melayani masyarakat. (Foto: Ravie Wardani)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan tabung oksigen di puskesmas harus berfungsi dengan baik dan siap digunakan untuk melayani masyarakat terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ini menyusul kondisi kualitas udara di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang sempat mencapai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di atas 1.000.

Budi mengungkapkan, kondisi udara di Palangkaraya tergolong sangat berbahaya. Saat meninjau langsung penanganan dampak kabut asap di wilayah tersebut, dia melihat pentingnya kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi risiko gangguan pernapasan akibat polusi udara.

"Kemarin saya datang ke Palangkaraya karena ini adalah provinsi dan kota yang ISPU-nya paling tinggi, di atas 1.000-an. Ya, saya melihat kondisinya memang berat, sih. Di atas 200 itu sudah merah, sudah berbahaya. Di atas 300, sangat berbahaya. Ini bayangkan bisa sampai 1.200, 1.500," kata Budi kepada awak media di kantornya, Senin (26/10/2026).

Terkait aksinya yang viral di media sosial saat mencoba tabung oksigen di salah satu puskesmas, Budi menjelaskan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan peralatan medis berfungsi sebagaimana mestinya.

Menurutnya, keberadaan tabung oksigen tidak cukup hanya sebagai kelengkapan fasilitas kesehatan. Peralatan tersebut harus dapat digunakan ketika masyarakat membutuhkan bantuan pernapasan.

"Kemarin saya coba tuh yang viral sebenarnya saya lagi nyoba bener jalan apa enggak, kan? Kadang-kadang kan ada tabungnya, tapi enggak jalan. Kita coba, ternyata jalan. Dan itu kan ada kapasitas volumenya yang harus bisa diatur, tergantung dari saturasi ya," ujarnya.

Budi menegaskan, kesiapan fasilitas kesehatan menjadi hal penting untuk menangani warga yang mengalami penurunan saturasi oksigen akibat gangguan pernapasan. Dia tidak ingin peralatan medis hanya tersedia secara fisik, tetapi tidak dapat digunakan saat dibutuhkan.

"Saya ingin memastikan bahwa semua rumah oksigennya ada, itu bukan hanya dipajang aja ya, tapi benar-benar bisa layani masyarakat," katanya.

Kemenkes Kirim Jutaan Masker

Selain memastikan kesiapan fasilitas kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko paparan polusi udara terhadap masyarakat. Salah satunya dengan mendistribusikan jutaan masker ke Kalimantan Tengah.

Masker tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat melindungi diri dari paparan partikel halus PM2.5 yang terkandung dalam kabut asap karhutla. Partikel berukuran sangat kecil ini dapat terhirup hingga ke saluran pernapasan bagian dalam dan berisiko mengganggu kesehatan.

"Secara preventif butuhnya masker, kita udah kirim masker kan sekitar 1,3 juta. Kemarin kita kirim lagi sekitar 650.000, nanti kita akan kirim lagi 1 juta lagi dalam minggu ini karena penting supaya masyarakat itu bisa melindungi dirinya dari polusi partikel yang PM 2,5," ucapnya.

Kondisi kualitas udara yang memburuk, kesiapan fasilitas kesehatan dan upaya perlindungan diri menjadi bagian penting dalam mengantisipasi dampak karhutla. Masyarakat juga perlu mengurangi paparan kabut asap, terutama ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut