Kumpulan Puisi tentang Palestina, Menyentuh Hati Pembaca
Karya: Ahmad Mathar (diterjemahkan oleh Ravi Hamadah)
Makanan anak-anak kami di sini dihambur-hamburkan oleh yang mulia keledai
Di tempat-tempat perjudian Karena merasa bahwa onta kakeknya
Telah melewati sumur-sumur ini sebelum yang lainnya
Wahai orang-orang terhormat
Tanah ini milik kami
Tanaman di atasnya milik kami
Minyak mentah di bawahnya milik kami dan segala yang ada di tanah ini dulu dan yang akan datang adalah milik kami
Tapi mengapa dalam kedinginan, kami hanya berbusana ketelanjangan?
Mengapa dalam lapar, kami hanya menyantap kelaparan?
Mengapa kami tenggelam di tengah kubangan hitam di sumur-sumur ini?
Untuk mencetak kemelaratan kami menjadi kehangatan bekal hidup dan kekayaan demi anak-anak Jaddah
Karya: Damay Ar-Rahman
Dalam hujan yang mendera
Menatap murka dengan jasad yang teraniaya
Asap mengepul di atas gumpalan bekas ledakan
Rinai yang menghujam semakin dingin mencuram
Sudut kanan dan kiri terlihat kacau
Bukan lagi bangunan yang tak utuh
Bukan lagi tangisan yang menyetubuhi ibu-ibu yang mencari anaknya
Dengan berbagai kondisi yang memilukan
Tetapi jenazah yang tak bernoda harus nyaris terbunuh
Berlinanglah air mata tak tahu menjawab
Dengan duka meralat harapan
Demikianlah kumpulan puisi tentang Palestina yang menyentuh hati pembaca. Puisi-puisi ini dapat menjadi sarana untuk mengekspresikan solidaritas dan dukungan terhadap rakyat Palestina. Marilah kita bersama-sama berdoa dan berjuang untuk perdamaian di Palestina dan dunia.
Editor: Komaruddin Bagja