Kurban di Masa Pandemi, Jumlah Hewan yang Disembelih Tahun Ini Diprediksi Turun 10 Persen
Hal itu diperkirakan terjadi karena harga kambing/domba di peternak tahun ini bisa naik sekitar 15–20 persen untuk jantan dan 10–15 persen untuk betina. Yudi memprediksi, adanya kelesuan dalam minat kurban tahun ini dikarenakan daya beli masyarakat yang menurun sebagai dampak perlemahan ekonomi secara nasional. Masyarakat lebih memilih untuk membeli kebutuhan pokok dan memprioritaskan dana kesehatan selama pandemi ini.
Potret serupa juga digambarkan Nanang Purus Subendro selaku Ketua Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia PPSKI). Pria yang juga seorang dokter hewan ini memberikan informasi terbaru, jika permintaan sapi tahun ini anjlok hingga 20 persen jika dibandingkan dengan tahun kemarin.
Seirama dengan Yudi, Nanang memperhatikan adanya faktor ekonomi yang mengakibatkan penurunan permintaan ini.
“Menurut saya, orang akan berkurban jika memiliki niat kuat dan mampu. Dari sisi kemampuan ini, rata-rata pekurban menggunakan skala prioritas. Jadi, alokasi dana yang sedianya digunakan untuk membeli sapi kurban, sementara ditahan demi kepentingan yang lebih pokok lagi,” ujar pemilik PT Indo Prima Beef, Lampung ini.
Padahal, setelah dia berkordinasi dengan rekan-rekan peternak di lapangan, ketersediaan sapi yang ada sudah melampaui cukup. Sayangnya, hal itu tidak diimbangi dengan jumlah permintaannya.
Sejak pemerintah mengeluarkan kebijakan PPKM Darurat per tanggal 3 Juli 2021, Nanang merasa calon orang yang berkurban yang berkunjung ke lapaknya dan lapak pedangan/peternak mulai merosot. Bahkan, banyak yaang membatalkan pembeliannya dan merelakan uang mukanya.
“Ini sangat memukul kami,” ujar Nanang.