Kurban di Masa Pandemi, Jumlah Hewan yang Disembelih Tahun Ini Diprediksi Turun 10 Persen
Sementara itu, terjadi kenaikan pula pada harga sapi. Kini, sapi dengan bobot 250–350 kg dibanderol dengan harga Rp58.000 sampai Rp70.000 per kg bobot hidup, atau sekitar Rp14,5 juta hingga Rp24,5 juta. Padahal, tahun kemarin harganya hanya sekitar Rp13,750 juta sampai Rp22,750 juta untuk sapi dengan bobot yang sama.
Kenyataan cukup kontras justru diungkap oleh peternak muda asal Bogor, Faris Haikal Akbar. Pria 25 tahun itu mengatakan permintaan kurban, utamanya kambing/domba di tahun ini menunjukkan hasil baik. Bahkan, rata-rata pembeli atau pekurban yang memesan hewan kurban di tempatnya merupakan para milenial.
“Perbandingan di tahun 2019, sebelum pandemi dengan tahun 2020 saat sudah pandemi itu, permintaan kambing/domba naik sekitar 50 persen. Bahkan, tahun ini juga angkanya masih sama dan peminatnya tetap banyak,” kata pria jebolan Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman ini.
Faris tak menampik adanya kenaikan harga kambing/domba di tempatnya. Tahun lalu, harganya Rp2,5 juta untuk bobot kecil, yakni 22–25 kg. Tahun ini, harga tersebut naik Rp100.000 menjadi Rp2,6 juta dengan bobot yang sama.
Namun demikian, ketiga peternak tersebut tidak mengalami adanya kendala berarti selama pandemi Covid-19 apalagi setelah diterapkannya PPKM Darurat. Bahkan, Nanang menyebut jika transportasi pengantaran hewan kurban mendapat prioritas di darat maupun di laut.
Peternak dan pedagang kurban di Tanah Air patutnya terus bersiap. Meskipun kini kondisinya tak baik-baik saja, namun masa depan lini ini masih panjang. Karena, kebutuhan akan daging merah, terutama sapi, kambing dan domba akan terus bertambah.
Nanang berpesan, jika peternak harus selalu kuat memasang kuda-kuda. Sehingga, jika suatu saat pandemi ini berakhir dan keadaan kembali normal, para peternak dan pedagang hewan kurban sudah siap berlari menyongsong masa cerah.
Editor: Rizal Bomantama