Larangan Mudik Diperluas, Istana : Pemerintah Belajar dari Kasus India

Fahreza Rizky · Jumat, 23 April 2021 - 14:00:00 WIB
Larangan Mudik Diperluas, Istana : Pemerintah Belajar dari Kasus India
Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman. (Foto Sindonews).

JAKARTA, iNews.id -  Satuan Tugas Penanganan Covid-19 kembali mengeluarkan aturan tambahan yang memperketat perjalanan masyarakat sebelum dan sesudah periode pelarangan mudik. Tujuannya untuk mencegah pelonjakan kasus positif virus corona.

Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, mengatakan pemerintah memperketat mobilitas orang karena tak ingin bernasib sama seperti India. Di mana, negara itu mengalami lonjakan kasus dan kematian yang begitu besar.

"Karena pemerintah belajar dari kasus India yang mengalami masa pandemi covid periode kedua. Bayangkan dalam satu hari saja India mengalami kenaikan kasus 295.041 dan kematian 2022 dalam satu hari, jadi pemerintah belajar dari kasus india," ujarnya sebagaimana dilihat dalam Instagram @fadjroelrachman, Jumat (23/4/2021).

Pengetatan perjalanan orang menjelang Idulfitri 1442 Hijriah setidaknya terbagi dalam tiga jenis. Pertama, pengetatan pasca larangan mudik yang mulai diberlakukan sejak 22 April hingga 5 Mei 2021. Lalu, larangan mudik yang berlaku pada 6-17 Mei 2021. Kemudian, pengetatan pasca larangan mudik yang berlaku pada 18-24 Mei 2021.

"Jadi ada tiga tahapannya. Pengetatan pra larangan mudik, larangan mudik, dan pasca larangan mudik," kata Fadjroel.

Editor : Faieq Hidayat

Halaman : 1 2