Luncurkan Modul Literasi Digital, Kemkominfo Tumbuhkan Talenta Digital di Indonesia

Rizqa Leony Putri ยท Minggu, 18 April 2021 - 11:25:00 WIB
Luncurkan Modul Literasi Digital, Kemkominfo Tumbuhkan Talenta Digital di Indonesia
(Foto: dok Kementerian Kominfo)

SURABAYA, iNews id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan empat modul literasi digital. Peluncuran tersebut dilakukan secara resmi oleh Menteri Kominfo Johnny G Plate di Grand City Surabaya pada Sabtu, 16 April 2021.

Keempat modul tersebut terdiri dari modul 'Budaya Bermedia Digital', 'Aman Bermedia Digital', 'Etis Bermedia Digital', serta 'Cakap Bermedia Digital'. Semuanya disusun berdasarkan empat pilar literasi digital yang utama, yaitu digital culture, digital safety, digital ethics, dan digital skills.

Modul ini merupakan manifestasi kolaborasi dari Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi, Jaringan Penggiat Literasi Digital (Japelidi) dan Kementerian Kominfo. Mengingat kebutuhan akan sumber daya manusia yang andal dalam bidang teknologi di Indonesia masih sangat tinggi.

Hal itu disampaikan oleh Johnny G Plate dalam acara peluncuran modul literasi digital ini. “Kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) yang andal dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ini sangat mendesak untuk diupayakan secara masif, kolaboratif, dan berkelanjutan," ujarnya.

Johnny menjelaskan, Data Bank Dunia menunjukkan bahwa Indonesia sedang mengalami digital talent gap atau kesenjangan talenta digital.

"Kita membutuhkan sembilan juta talenta digital dalam 15 tahun atau rata-rata 600.000 talenta digital setiap tahunnya," katanya.

Kegiatan peluncuran modul ini dilakukan serempak di lima kota, yaitu Surabaya, Tangerang Selatan, Aceh, Yogyakarta dan Lampung. Peluncuran modul dilakukan oleh Menteri Kominfo bersama dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Nicholas Saputra, Yosi Mokalu, Cak Percil, Frida Kusumastuti dan Dirjen Aptika Semuel Pangerapan.

Kemkominfo Luncurkan Modul Literasi Digital

Dihadiri sekitar 3.300 peserta dari seluruh kota/kabupaten secara daring, 250 peserta di antaranya mengikuti acara ini secara luring di lima kota dengan menjalankan protokol kesehatan. Kemudian, 10 ribu penonton lainnya berasal dari berbagai kabupaten/kota di Indonesia yang menghadiri acara secara daring melalui saluran YouTube.

Peluncuran modul tersebut diawali dengan penyelenggaraan delapan workshop yang di antaranya bertemakan 'Terampil Mengajar di Era Digital', 'Makin Cakap Digital Internet Aman', serta 'Strategi Melawan Hoaks di Dunia Digital'.

Tak ketinggalan, workshop lainnya dengan tema 'Makin Cakap Digital dengan Beretika & Berbudaya di Dunia Maya', 'Tenaga Pendidik Makin Cakap Digital', 'Profesi Baru di Era Digital', Kelas Creative Copywriting untuk Pemula', serta 'Makin Cakap Digital dengan Bertoleransi di Dunia Maya'.

Inovasi ini tentunya didasari atas kebutuhan akan talenta yang begitu besar. Tak heran, Kementerian Kominfo menggunakan pendekatan komprehensif yang mencakup tiga tingkatan kecakapan digital, yaitu basic, intermediate dan advanced.

"Program ini mengajarkan berbagai kecakapan era digital seperti artificial intelligence, machine learning, cloud computing, cybersecurity, digital entrepreneurship, digital communication, dan sebagainya. Pada 2021 ini, kami memberikan 100.000 beasiswa DTS untuk masyarakat Indonesia dengan tema-tema seperti tersebut sebelumnya,” ucapnya.

Pihaknya bersama dengan ekosistem terkait juga tengah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi untuk menjangkau daerah-daerah yang belum memiliki akses internet memadai di seluruh penjuru Tanah Air. Namun, perlu diingat bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi wajib dibarengi dengan kesiapan SDM yang akan memanfaatkan layanan internet tersebut.

"Tanpa kesiapan SDM, ruang digital justru berpotensi digunakan untuk tujuan penyebaran konten negatif seperti penipuan daring, perjudian, prostitusi online, disinformasi atau hoaks, pencurian data pribadi, perudungan siber (cyberbullying), ujaran kebencian (hate speech), penyebaran paham radikalisme terorisme di ruang digital dan sebagainya,” tutur Johnny. (CM)

Editor : Rizqa Leony Putri