Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Komisi XI DPR Gelar Uji Kelayakan M Sarjito Calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral OJK
Advertisement . Scroll to see content

M Sarjito Soroti Produksi Mineral RI Besar, tapi Kontribusi ke Ekonomi Menurun

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:07:00 WIB
M Sarjito Soroti Produksi Mineral RI Besar, tapi Kontribusi ke Ekonomi Menurun
Calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis OJK, M Sarjito. (Foto: tangkapan layar)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), M Sarjito mengatakan, Indonesia memiliki posisi penting dalam produksi sejumlah mineral dan komoditas strategis dunia. Namun, besarnya produksi tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam kontribusi sektor pertambangan dan penggalian terhadap perekonomian nasional.

Dalam paparannya pada uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test bersama Komisi XI DPR, kontribusi sektor pertambangan dan penggalian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 12,22 persen pada 2022.

Namun, angka tersebut terus mengalami penurunan dalam tiga tahun berikutnya. Kontribusi sektor pertambangan tercatat sebesar 10,52 persen pada 2023, turun menjadi 9,15 persen pada 2024, dan kembali menyusut menjadi 8,75 persen pada 2025.

"Potensi kontribusi sektor mineral terhadap PDB sangat besar. Bisa kita lihat bersama bahwa mineral yang ada di Indonesia, terutama nikel, kita nomor 1 di dunia. Timah kita nomor dua, cobalt kita cukup besar, dan batubara terbesar setelah China," ucap Sarjito dalam paparan uji kelayakan dan kepatutan bersama Komisi XI DPR, Senin (24/8/2026).

Lebih rinci, dia memaparkan, pada komoditas nikel, misalnya, kontribusi produksi Indonesia mencapai sekitar 67 persen dari produksi global. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan Filipina yang sebesar 7 persen dan Rusia 5 persen.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut