Ma'ruf Amin: Kaum Difabel Harus Dihormati dan Dapat Tempat Sejajar

Antara ยท Sabtu, 24 November 2018 - 23:45 WIB
Ma'ruf Amin: Kaum Difabel Harus Dihormati dan Dapat Tempat Sejajar

Cawapres KH Ma'ruf Amin. (Foto: Antara/dok).

JAKARTA, iNews.id - Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menerima kunjungan ratusan kaum difabel di kediaman, Jalan Situbondo, Jakarta. Kiai Ma’ruf menekankan bahwa kaum difabel harus mendapatkan tempat yang sejajar dengan yang lain.

"Kaum difabel harus dihormati. Kaum difabel harus mendapat tempat sejajar," kata Ma'ruf di Jakarta, Sabtu (24/11/2018). Mantan Rais Aam PBNU ini menuturkan, kaum difabel mendapatkan tempat yang spesial di mata Allah SWT. Kisah seorang difabel, kata dia, tertulis dalam Alquran, surat Abasa.

"Suatu ketika ada seorang difabel bernama Abdullah bin Ummi Maktum. Beliau datang menghadap Rasul, namun ditanggapi dengan muka masam oleh Nabi Muhammad yang kala itu tengah menggelar pertemuan dengan orang-orang penting. Nabi Muhammad kemudian langsung ditegur Allah," ujar Ma'ruf.

Berdasarkan kisah itu, dia menekankan bahwa kaum difabel harus dihormati dan mendapatkan tempat yang setara.

Ma'ruf sekaligus mengklarifikasi pernyataannya terkait ungkapan "budek" dan "buta" bagi mereka yang tidak bisa melihat prestasi pemerintahan Presiden Joko Widodo. Pernyatan itu sempat menimbulkan kontroversi beberapa waktu lalu.

Dia menegaskan tak pernah bermaksud menyinggung para difabel. "Yang saya maksud dengan budek dan buta itu bukan fisik, melainkan batinnya. Mana mungkin saya merendahkan kaum difabel karena salah satu cucu saya sendiri memiliki fisik yang kurang sempurna," ujar Ma'ruf.

Sementara itu para kaum difabel menyatakan memahami pernyataan Ma'ruf Amin itu. Mereka menilai kontroversi itu muncul hanya karena salah paham. Para kaum difabel pun menitipkan harapan kepada Ma'ruf jika menang dalam Pilpres 2019.

"Kami menaruh harapan pada KH Ma'ruf Amin untuk bisa memperjuangkan posisi kaum difabel. Kami ingin keadaan kami dihormati dan disejajarkan dengan manusia lainnya," ujar perwakilan kaum difabel yang hadir, Suhendar.

Editor : Zen Teguh