Ma'ruf Amin Yakin Indonesia Bisa Tuan Rumah Piala Dunia, Ini Caranya

Aditya Pratama ยท Senin, 07 Januari 2019 - 04:04 WIB
Ma'ruf Amin Yakin Indonesia Bisa Tuan Rumah Piala Dunia, Ini Caranya

Ma'ruf Amin menerima perwakilan suporter Indonesia di kediamannya, Minggu (6/1/2019).

JAKARTA, iNews.id - Cawapres nomor urut 01 Kiai Ma’ruf Amin menerima perwakilan suporter sepak bola Indonesia di kediamannya Jalan Situbondo, Jakarta, Minggu (6/1/2019) malam. Harapan besar disampaikan suporter kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf jika menang Pilpres 2019 agar membenahi pesepakbolaan Indonesia.

“Silaturahmi dengan suporter sepak bola dari berbagai klub sepak bola di Indonesia. Selain mereka mendukung Pak Jokowi dan saya sebagai calon presiden dan wakil presiden, mereka mengharapkan pesepakbolaan kita yang akan datang supaya lebih maju. Karena itu kalau kami nanti terpilih, nanti kami akan berusaha memperbaiki mutu pesepakbolaan nasional,” kata Ma’ruf di kediamannya, Minggu (6/1/2019) malam.

Menurut dia, ada harapan besar bagi pecinta sepak bola Indonesia agar Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia. Ma’ruf mengatakan, hal itu bisa menjadi kenyataan asalkan pesepakbolaan nasional berprestasi. Yakni, seluruh pihak harus tertib, termasuk manajemen asosiasi (PSSI), liga, klub, dan suporter sehingga prestasi klub dan Timnas meningkat.

“Kalau saya terpilih, tentu akan komit membangun sepak bola yang baik. Karena ini olahraga yang disukai semua orang, tua, muda, kiai, bukan kiai suka. Karena itu, sepak bola harus dikelola dengan baik, harus diberantas mafianya. Manajemen pengelolanya juga baik dan memajukan,” tutur Ma’ruf.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menuturkan, sepak bola yang baik bukan hanya kualitas kompetisinya, tapi juga kebijakan negara dalam mengembangkan sepak bola.

“Pencegahan mafia harus dilakukan se-efektif mungkin. Berantas mafia tak mudah, tapi harus. Itu kalau kita ingin maju, kalau tidak akan terpuruk,” tutur dia.

Ma’ruf juga menyinggung kiprah suporter Indonesia. Menurut dia, masih butuh persiapan ekstra dari seluruh pihak, termasuk ketertiban suporter untuk menuju sepak bola Indonesia maju.

"Klub tak boleh main di kandang kalau ada yang tak sportif. Itu sebenarnya kerugiannya besar, misalnya yang biasa jualan di stadion jadi tak jualan. Jadi kalau tak sportif, merugikan banyak pihak. Harusnya tertib dan baik jika ingin maju, karena itulah prasyarat kalau sepak bola sebuah negara ingin berprestasi,” tutur dia.

Ma’ruf yakin jika persepakbolaan Indonesia ke depan bisa tertib dan berprestasi. Dia mencontohkan bagaimana suporter dan pemain tertib dalam berkompetisi hingga memetik prestasi pada Asian Games 2018.

“Kalau prestasi bisa dicapai, tak mustahil kita jadi tuan rumah World Cup. Indonesia sudah terbukti mampu selenggarakan Asian Games dan sukses. Kita tentu ingin bisa jadi tuan rumah Piala Dunia,” kata Ma’ruf.


Editor : Khoiril Tri Hatnanto