MAKI Gelar Sayembara Harun Masiku dan Nurhadi Berhadiah iPhone 11

Felldy Utama, Rizki Maulana ยท Minggu, 16 Februari 2020 - 18:34 WIB
MAKI Gelar Sayembara Harun Masiku dan Nurhadi Berhadiah iPhone 11

Mantan Sekretaris MA Nurhadi ketika mendatangi KPK untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi, Selasa (6/11/2018). (Foto: Antara/Hafidz Mubarak).

JAKARTA, iNews.id – Ingin dapat ponsel iPhone 11? LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) siap memberikannya cuma-cuma. Syaratnya, dapat menginformasikan keberadaan buron kasus korupsi caleg PDIP Harun Masiku atau mantan sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi.

Sayembara itu dilontarkan Koordinator MAKI Boyamin Saiman. Menurut dia, siapa pun yang tahu atau memiliki informasi tentang DPO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu akan diganjar iPhone 11.

“Sebagaimana diketahui, KPK telah menetapkan daftar pencarian orang atas Harun Masiku dan Nurhadi, namun hingga saat ini belum diketemukan dan belum bisa ditangkap,”ujar Boyamin saat dihubungi, Minggu (16/2/2020).

Boyamin menerangkan, MAKI siap memberikan hadiah iPhone 11 bagi siapa pun yang mampu memberikan informasi keberadaan kedua buron tersebut sehingga informasi itu dapat digunakan KPK untuk menangkap mereka.

Informasi itu, kata dia, dapat diberikan langsung kepada KPK atau kepolisian setempat atau kepada MAKI pada nomor 081218637589.

Dia menegaskan, hadiah tersebut berlaku selamanya dan tidak terbatas termasuk informasi yang berasal dari aparat penegak hukum dan wartawan.

“Hadiah berupa dua iPhone 11 berlaku bagi masing-masing informasi hingga menjadikan tertangkap Harun Masiku atau Nurhadi,”ucapnya.

MAKI pernah melakukan sayembara berhadiah Rp10 juta untuk informasi keberadaan mantan Ketua DPR Setya Novanto pada 16 November 2017. Menurut Boyamin, berhubung informan tidak bersedia menerima hadiah, uang Rp10 juta telah diserahkan kepada yayasan yatim piatu.

Untuk diketahui, Harun Masiku ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemberian suap terhadap mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan terkait PAW anggota DPR 2019-2024. Hingga kini keberadaan Harun masih belum diketahui.

Adapun Nurhadi ditetapkan tersangka kasus suap dan gratifikasi perkara di MA 2011-2016. Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Nurhadi pernah mendatangi KPK untuk diperiksa sebagai saksi atas perkara suap Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution.


Editor : Zen Teguh